Senin, 31 Oktober 2011

Merkava (Chariot), Bag.1


SEJARAH


Merkava (Foto: www.defense-update.com)

Operasi Militer Sinai pada 1956 dicirikan dengan mobilitas, peperangan lapis baja. Israel menerjunkan 200 tank di Sinai, melawan 150 tank yang diterjunkan Mesir.

Sejak Operasi Militer Sina, peperangan darat antara Israel dan negara Arab disekitarnya menjadi sebuah perang mobilitas tinggi dan formasi lapis baja. Total 2.500 tank diterjunkan selama Perang Enam-Hari oleh Israel dan musuh-musuhnya. 6.200 tank terlibat selama perang Yom-Kippur. Sejak operasi militer Sinai, ribuan tank hancur dalam pertempuran.

Hari ini, tank adalah pusat seni perang, dan dianggap sebagai faktor penentu utama pada medan perang darat modern.

Sebelum operasi militer Sinai, Mesir menerima, dalam rangka "Czechoslovakian Arms Deal", 300 tank dan destroyer tank Soviet, termasuk tank Stalin-3 dan T-34, dan Su-100 destroyer tank. Hal ini dianggap sebagai penambahan impresif bagi armada lapis baja Mesir, yang pada saat itu sudah memiliki kendaraan lapis baja Barat sebanyak 430 unit dalam berbagai tipe.

Pada saat itu, persenjataan Israel selalu inferior, baik dalam aspek kualitatif maupun kuantitatif, terdiri dari sisa-sisa PD II seperti Shermans dan tank Perancis AMX-13. Beberapa tahun kemudian, Israel berhasil melakukan pengadaan beberapa Tank Centurion (Inggris), M48 Patton (AS) dan kemudian MBT M60 (AS). Tetapi baik jumlah maupun kualitas tetap inferior, dan Israel tidak memounyai pilihan lain kecuali mengembangkan pasukan lapis bajanya sendiri, dengan sumber daya apapun yang dimilikinya.

Langkah pertama yang dilakukan adalah modernisasi tank dan kendaraan lapis baja lain yang sudah dimilikinya. Israel membuktikan, dengan kecerdikan mereka, mereka dapat mengupgrade pasukan lapis baja yang mereka punya hingga ke titik kemampuan mereka, dengan konsep yang sangat bagus mengkombinasikan persenjataan yang ada, ditambah dengan pengenalan sistem pelatihan baru untuk pasukannya, untuk mengalahkan semua ancaman dan untuk memajukan dan menempati wilayah musuh, untuk menanggulangi superioritas musuh yang muncul.

Pada saat ini, peperangan yang terus berlanjut meyakinkan Israel untuk mengembangkan Main Battle Tank-nya sendiri. Rencana aslinya adalah untuk mengembangkan tank terutama berdasarkan sistem dan komponen yang ada. Tetapi, sebagai hasil dari berbagai larangan “know-how”, alasan teknologi spesifik dan kebutuhan operasional, menjadi jelas bahwa Israel mengembangkan tank yang benar-benar baru, yang bukan hanya berdasar sistem yang sudah ada, tetapi juga pengembangan yang benar-benar baru dan komponen-komponen orisinil.

Dengan tujuan untuk mengurangi waktu pengambangan menjadi minimum, filosofi proses “telescopic development” diadopsi. Metode ini dicirikan dengan dimulainya produksi serial, berdasarkan purwarupa, sebelum penyelesaian seluruh tahap pengembangan dan demonstrasi. Sehingga, tahap pengembangan akhir berjalan bersama dengan proses produksi.

Merkava pertama kali diperkenalkan pada 1978, dan empat versi utama tank telah dikembangkan dan diluncurkan. Tank ini pertama kali digunakan secara ekstensif dalam Perang Lebanon 1982. Nama Merkava sendiri berasal dari nama program awal pengembangan tank milik IDF (Israel Defence Forces).

Tank ini didesain untuk perbaikan cepat dari kerusakan perang, survivabilitas medan perang, efisiensi-biaya dan performa off-road. Mengikuti model kontemporer dari howitzer self-propelled, pemasangan turret berlokasi dekat dengan bagian belakang hull dibandingkan dengan kebanyakan MBT lain. Hal ini memberikan proteksi tambahan terhadap serangan frontal. Pengaturan ini juga memberikan ruang lebih di bagian belakang tank yang memungkinkan penambahan kapasitas penyimpanan. Demikian juga dengan pintu masuk ke kompartemen utama awak yang berada di bagian belakang yang memberikan akses yang mudah ketika berada dalam serangan musuh. Hal ini membuat tank dapat digunakan sebagai platform untuk penerjunan medis, sebuah stasiun komando dan kontrol di bagian depan, dan sebuah armored personal carrier. Pintu masuk di bagian belakang yang bergaya-clamshell memberikan perlindungan overhead ketika bongkar-muat kargo dan personel.

Dilaporkan bahwa telah diputuskan sebelum dimulainya Perang Lebanon 2006, Merkava tidak akan dikembangkan lebih lanjut selama empat tahun. Akan tetapi, pada 7 November 2006, Haaretz melaporkan bahwa penilaian Staf Jenderal Israel jika Merkava Mark IV dikerahkan, tank akan memberikan perlindungan yang lebih baik daripada di masa yang lalu, hal ini mengkonfirmasi penundaan penghentian pengembangan tank.


Sumber:
http://fprado.com
http://en.wikipedia.org
www.militaryfactory.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes