Kamis, 13 Oktober 2011

Kawasaki OH-1,1996



TIPE:
Helikopter observasi bersenjata


PROGRAM:

Helikopter ini dikembangkan untuk menggantikan OH-6D milik JGSDF. Japan Defence Agency (IDA) memberikan dana sebanyak 2,7 milyar yen (US$ 22,5 juta) pada tahun fiskal 1992 untuk fase desain dasar helikopter yang kemudian sementara diberi nama OH-X. Pengajuan dana dikeluarkan oleh Istitut Riset dan Pengembangan Teknis JDA pada 17 April 1992. Kawasaki terpilih sebagai kontraktor utama (60% program) pada 18 September 1992, dengan Fuji dan Mitsubishi (masing-masing 20%) sebagai partner. Team Engineering Helikopter Observasi (OHCET) dibentuk oleh ketiga perusahaan ini, dan memulai desain awal pada 1 Oktober 1992. Maket dibuat dan dipublikasikan pada 2 September 1994 dengan nama Jepang Kogata Kansoku yang berarti [helikopter] observasi kecil yang baru. 

Program helikopter ini membuat enam purwarupa (empat untuk uji terbang, dan dua untuk uji darat); helikopter purwarupa pertama (32001) selesai dibuat di Gifu pada 15 Maret 1996 dan terbang pertama kali pada 6 Agustus 1996, diikuti purwarupa kedua pada 12 November. Nama OH-1 kemudian diberikan pada akhir 1996 untuk helikopter ini. Dua purwarupa XOH-1 pertama ini kemudian diserah-terimakan ke JDA pada 26 Mei dan 6 Juni 1997.
Purwarupa ketiga terbang pada 9 Januari 1997, pada saat itu dua purwarupa pertama sudah membuat total sekitar 30 dan 20 jam terbang. Purwarupa ketiga ini kemudian diserahkan ke JDA pada 24 Juni 1997.
Purwarupa keempat terbang pada 12 februari 1997 dan diserahkan pada 29 Agustus 1997.
Keempat purwarupa tersebut kemudian diberi nomor ulang pada 1999 dari 32001-04 menjadi 32601-04.

Produksi tiga OH-1 pertama didanai pada tahun fiskal 1997 dan dipesan pada 1998. Purwarupa pertama terbang dengan mesin yang lebih efisien bahan bakar TS1-10QT (menggantikan XTS1-10), pada 30 Maret 1998. Pada awal 1999, empat purwarupa telah membuat total sebanyak 450 jam terbang dan kemudian membuat 450 jam terbang selanjutnya pada akhir 1999, termasuk evaluasi oerasional di markas JGSDF Akeno. Produksi pertama OH-1 (32605) terbang pada Juli 1999 dan diserahkan ke JGSDF pada 24 Januari 2000 di Gifu.
Nama “Ninja” dilaporkan diberkan pada helikpter ini di tahun 2002, tetapi tidak dikonfirmasi secara resmi.


VERSI MUTAKHIR:
OH-1; Versi produksi awal dasar, seperti dijelaskan di atas.
Perkembangan Versi: Sedang dalam pengujian untuk penggunaan mesin yang lebih baik (kemungkinan LHTEC T800 atau R-R/Turbomeca/MTU MTR 390). OH-1Kai merupakan kandidat yang mungkin sesuai dengan persyaratan program AH-X dan diberinama AH-2, dengan badan pesawat berlapis plat baja di bagian depan dan tengah, mesin dan transmisiyang lebih baik, serta pengangkut senjata tambahan.


KONSUMEN
Total 20 helikopter, termasuk purwarupa dipesan pada tahun fiskal 2002, dan paling sedikit 12 helikopter diserah-terimakan pada akhir 2002. Japan Ground Self-Defence menyatakan membutuhkan sebanyak 150 hingga 200 helikopter ini.
“Hiko Jikkentai” (Skuadron Uji Terbang) dibentuk dengan empat helikopter produksi pertama pada Maret 2001 di Akeno. Selanjutnya beberapa helikopter hasil produksi diserahkan pada akhir 2002 ke Kasumigaura Bunko, Utsunomiya Bunko dan Kyoiku Shien Hikotai (di Akeno) yang kesemuanya merupakan departemen dari Kuko Gako (Sekolah Penerbangan) Angkatan Bersenjata Jepang.


BIAYA:
Pendanaan untuk pengembangan, purwarupa dan uji terbangg meliputi 2,5M Yen pada tahun fiskal 1992; 10,2M Yen pada tahun fiskal 1993; 50,1M Yen pada tahun fiskal 1994 dan 23,3M Yen pada tahun fiskal 1995. Biaya per unit dari produksi empat pesawat pertama adalah 1,924M Yen pada tahun fiskal 1997; 2,018M Yen pada tahun fiskal 1998, 2,229M Yen pada tahun fiskal 1999 dan 2,075 M Yen pada tahun fiskal 2000.




FITUR DESAIN:
Rotor utama empat-bilah dan sistem transmisi Kawasaki yang tak berengsel, tak berbantalan dan toleran-balistik 20mm; rotor ekor tipe-Fenestron dengan delapan bilah bersudut gunting (35 dan 55°); sayap-pendek yang dipasangi pengangkut senjata dan sistem peredam getaran aktif.


KONTROL PENERBANGAN:
Sistem augmentasi kontrol AFCS dan stabilitas terintegrasi (SCAS)


STRUKTUR:
Bilah dan pusat rotor diproduksi dari komposit GFRP, badan pesawat bagian tengah dan mesin dibuat oleh mitsubisi. Unit ekor, kanopi, sayap-pendek dan penutup mesin (berbahan baja) dibuat oleh Fuji. Sisa bagiannya dikerjakan oleh Kawasaki. Sekitar 37% airframe menggunakan komposit GFRP/CFRP.


RODA PENDARATAN:
Tipe roda pendaratan bagian ekor tidak dapat dimasukkan. Tersedia tipe roda maupun papan untuk roda pendaratan utamanya.


MESIN:
Mesin FADEC662kW kembar-dilengkapi mesin tuboshaft TS1-10QT Mitsubishi (mesin XTS1-10 awalnya dipakai pada purwarupa). Kemungkinan penggunaan mesin lain tidak dibatasi.
Transmisi mempunyai kemampuan “run-dry” 30-menit.
Setiap sayap dapat membawa tangki bahan bakar tambahan sebanyak 235 liter.


AKOMODASI:
Awak helikopter ini dua orang, dengan tipe tempat duduk tandem dan posisi pilot di depan.




SISTEM AVIONIK:
Penerbangan: AFCS dengan fungsi augmentasi dan penahan stabilitas; kontrol HOCAS dual.
Instrumentasi: Dua MFD lebar Yokogawa di setiap kokpit, terhubung dengan databus MIL-STD-1553B. HUD Shimadzu di kokpit depan.
Misi: turet terpasang-di-atap Kawasaki yang dioperasikan secara elektrik dikombinasikan dengan pencitraan termal Fujitsu. Kamera TV warna real-time NEC dan pengukur/pelacak jarak laser NEC.
Pertahanan Diri: jammer IR yang dipasang di punggungan dengan sistem dasar BAE AN/ALQ-144


PERSENJATAAN:
Empat misil ringan jarak-dekat Toshiba Tipe 91, dan misil udara-ke-udara pada tiang di bawah sayap untuk pertahanan diri.


Diterjemahkan secara bebas dari: www.aviastar.org

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes