Rabu, 06 Oktober 2010

Vergeltungswaffe 2 Senjata Pembalasan Jerman

Vergeltungswaffe 2 atau lebih dikenal dengan nama Rocket V-2  adalah rudal balistik buatan Jerman yang digunakan pada era perang dunia 2. Rudal ini adalah adalah peluru kendali balistik buatan manusia pertama yang bisa mencapai titik sub-orbital di luar angkasa.

Fusée V2.jpg
Rocket ini diproduksi pada tahun 16 Maret 1942 dan terus digunakan hingga 9 September 1952. Tak hanya digunakan oelh pihak Jerman, rocket ini juga digunakan oleh Amerika Serikat dan Russia setelah perang dunia 2 berakhir. Pada perang dunia ke 2,  Negara Belgia dan bagian tenggara Inggrilah yang menjadi target utama roket balistik ini.
Sekitar 3.000 rocket V-2 diluncurkan selama perang dunia ke 2, menewaskan sedikitnya 7.250 tentara dan warga sipil dan kurang lebih 20.000 tewas di  Mittelbau-Dora selama proses produksinya. 

Sejarah Pengembangan V-2 :
Mengikuti suksesnya di desa Kummesdorf dengan dua roket seri Aggregate, Wernher von Braun dan Walter Riedel mulai memikirkan rancangan roket yang jauh lebih besar pada musim panas 1936 dengan dasar sebuah mesin yang diprojeksikan memiliki gaya dorong 25 metrik ton. Proyek A-4 ditunda setelah test stabilitas aerodinamis model A-3 pada tahun 1936 memberikan hasil mengecewakan, von Braun memberi perincian perfomance A-4 pada tahun 1937, dan desain dan konstruksi A-4 dilaksanakan sekitar tahun 1938-1939.
Pada tanggal 28-30 September 1939, Konferensi Der Tag der Weisheit (hari kebijakan) diadakan di Peenemunde untuk memulai pembiayaan riset universitas untuk memecahkan masalah keroketan. Pada ahir 1940, Pusat Riset Angkatan dara di Peenemünde berhasil memecahkan teknology inti yang erat dengan suksesnya tipe A-4. Teknologi itu adalah mesin roket besar berbahan bakar cair, aerodinamika supersonik, gyroscopic guidance dan sirip pengontrol semburan jet. Pada saat itu, Hitler tidaklah terlalu terpesona dengan V-2, ia menunjukan bahwa roket V-2 hanyalah sebuah peluru artileri yang memiliki jarak lebih jauh dan harga yang jau lebih tinggi.

Pada awal September 1943, von Braun menjanjikan Komisi Pengeboman JarakJauh bahwa pengembangan A-4 telak selesai, tetapi kenyataannya sampai pertengahan 1944, daftar komponen A-4 yang lengkap belum siap. Hitler kemungkinan masih tetap tidak terpesona dengan kemampuan senjata itu tetapi mengagumi dedikasi tim pengembang V-2, dan Hitler juga memerlukan sebuah "wonder weapon" (senjata yang menakjubkan) untuk menjata moral bangsa Jerman. Hitler menyetujui implementasi jumlah besar senjata V-2.

Sejarah Penggunaan V-2 :
Setelah Hitler mendeklarasikan untuk menggunakan V-2 secepatnya pada 29 Agustus 1944, maka penyerangan mengunakan rocket ini pun dimulai pada tanggal 8 September 1944, lewat peluncuran tunggal di kot paris dan mengakibtakan kerusakan di dekat kota Porte d'italie setelah itu disusul dengan peluncuran 2 roket. Termasuk salah satunya yang diluncurkan dari The Hauge atau Den Haag dan jatuh dilondon pada pukul 6.43 sore. Jerman sendiri mengumumkan V-2 pada 8 November 1944. Pada 10 November 1944 Perdana menteri Inggris Winston Churchill mengumumkan kepada dunia bahwa inggris sudah diserang dengan rocket sejak beberapa minggu yang lalu. Pada tengah hari tanggal 25 November 1944 sebuah roket V-2 menghantam sebuah supermarket di New Cross dan sebuah bioskop di Antwerp menewaska 567 orang.. 

Detail teknis

Schematic diagram of a V-2 rocket.
Pada saat peluncuran tipe A-4 meluncurkan diri dengan tenaganya sendiri sepanjang 65 detik dan sebuah motor program mengontrol sudut hidung pada derajat yang ditentukan saat mesin dimatikan, yang kemudian roket ini melanjukan penerbangan dengan trajektor jatuh-bebas (free fall). Roket ini mencapai ketinggian 80 km sebelum mesin dimatikan.
Pompa bahan bakar dan bahan oksidasi ditenagai oleh turbin uap,yang uapnya dihasilkan oleh pencampuran Hidroken peroksida dan katalist potasium permanganate. Tanki alkohol dan tanki oksigen, keduanya terbuat dari aloi magnesium-aluminium.
Reaksi di ruang pembakaran mencapai 2500−2700 °C. Bahan bakar air-alkohol dipompa melalui ruang berdinding dua dari ruang pembakaran utama (bagian bawah). Ini mendinginkan dinding ruang pembakar utama dan memanasi bahan bakar (regenerative cooling). Bahan bakar kemudian dipompa kedalam ruang bakar utama melalui 1.224 nossel, yang memastikan ketepatan campuran alkohol dan oksigen selama pembakaran. Lubang-lubang kecil juga memperbolehkan sebagian alkohol masuk ke dalam ruang bakar membentuk lapisan tipis (boundary layer) dingin yang melindungi dinding ruang pembakar, terutama pada leher bagian sempit dari ruang. Lapisan tipis (boundary layer) alkohol ini menyala jika membuat kontak dengan atmosfer, yang menghasilkan ekor jet api yang panjang dan lembut (difuse) (mesin desain akhir setelah V-2 tidak menggunakan effek alkohol tipis untuk mendinginkan dinding dan memperlihatkan ekor berpola "shock diamond")
V-2 diarahkan dengan menggunakan empat sirip ekor dan empat kipas terbuat dari grafit pada bagian akhir motor roket. LEV-3 guidance system (sistem kontrol) terdiri dari dua giroskop bebas (horisontal dan vertikal) untuk stabilisasi lateral dan sebuah giroskop akselerometer yang disambung ke elektrolitik integrator (mesin dimatikan saat lapisan perak tipis habis terelektrolisa pada sisi dasar yang berkonduksitasi rendah). Beberapa model akhir V-2 memakai "sinar penuntun" (signal radio yang dipancarkan dari tanah) untuk bernavigasi ke arah target, tetapi mode-model awal menggunakan komputer analog sederhana yang mengontrol azimuth roket, jarak terbang dikontrol melalui jumlah waktu sampai mesin dimatikan, dan "Brennschluss", pengontrolan dari darat dengan menggunakan sistem doppler atau berbagai akselerometer integrasi didalam roket. Roket kemudian berhenti menambah kecepatan set dan mencapai titik terbang tertinggi (kira-kra berbentuk parabola)
Cat luar dari V-2 yang dioperasikan kebanyakan kamuflase berpola dengan beberapa variasi, tetapi pada akhir perang roket yang berwarna hijau tua polos juga dipakai. Saat test, roket diwarnai dengan pola kotak-kotak hitam putih yang khas, yang membantu menunjukan kalau roket menggulir pada poros longitudinal.

 


 

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes