Selasa, 22 Desember 2009

M1 Abrams - Bagian 2

Origins of the M1 Abrams MBT




Kembali pada Oktober 1973, sebuah kejadian yang memberikan pengaruh terbesar dalam pengembangan MBT masa depan AS adalah perang “Yom Kippur” di Timur Tengah. Perang ini melibatkan tank dengan jumlah terbesar sejak Perang Dunia 2. Setelah investigasi dari peristiwa yang terjadi selama konflik ini, AD AS menyimpulkan bahwa munculnya persenjataan baru yang letalitasnya meningkat terungkap dalam Perang Arab-Israel di tahun 1973. Menghadapi ancaman alami ini, doktrin AS baru ditetapkan sebagai prioritas pembelaan NATO Eropa terhadap Pakta Warsawa yang superior secara kuantitas.

Tank M1 Abrams mewakili perubahan nyata desain tank AS sejak Perang Dunia II, dan desain ini mencerminkan tujuan untuk respon yang memadai terhadap ancaman utama di era itu. Keunggulan numerik dari pakta Warsawa di hampir semua hal jika senjata baru datang dalam bentuk dan teknologi konvensional. Hingga akhir tahun 1970an/awal tahun1980an, NATO tidak memiliki MBT yang cukup kuat di tiga dasar desain tank utama (daya tembak, perlindungan, dan mobilitas) yang diperlukan untuk memberikan keunggulan taktis di medan perang.

Namun, membuat merancang sebuah senjata seperti itu yang lebih mudah dikatakan daripada dilakukan. Sampai saat itu, tidak ada bangsa yang mampu mengembangkan tank yang unggul secara meyakinkan dalam hal daya ledak, perlindungan dan mobilitas. Yang paling digaris-bawahi adalah bahwa desainer tank terpaksa membuat kompromi antara berat dan mobilitas, dan ini mengakibatkan, pada bagian atas skala, tank dengan daya tembak yang baik dan perlindungan yang memadai, mobilitasnya akan jelek (seperti Chieftain, Inggris), atau pada akhir skala, Tank yang daya tembaknya memadai dan perlindungannya sedang, maka mobilitasnnya akan baik (seperti AMX-30/32 Perancis). Kemampuan untuk membuat sebuah tank yang bagus dalam tiga aspek dasar dalam desain tangki hanya mungkin dilakukan dengan penggabungan teknologi baru. Hal ini terjadi pada tahun 1970an.

Cara AD AS bekerja pada pengembangan tank baru sangat berbeda dengan cara Jerman/Amerika pada proyek MBT-70; alih-alih mencoba untuk membuat tank terbaik di dunia, mereka memilih untuk membuat tank yang terbaik dengan anggaran terbatas. Dengan perspektif ini, tujuan telah ditentukan dengan urutan prioritas: tingkat keselamatan awak; kinerja akuisisi target dan survey; kemungkinan tembakan tepat pada tembakan pertama dan tembakan selanjutnya; waktu minimal untuk membidik dan menembak target; mobilitas di medan berat; integrasi peralatan tempur dan persenjataan; keselamatan peralatan; lingkungan awak; silhouette; akselerasi dan perlambatan; amunisi dan penyimpanannya; faktor manusia; produksi; rentang operasional; kecepatan; pemeliharaan; potensi pertumbuhan; peralatan pendukung; dan transportability.

Dalam studi untuk desain tank terbaik dan produksi dengan biaya terendah, AD AS memilih untuk membuat tender kompetitif antara Chrysler Corporation (yang telah membuat M-60) dan General Motors Corporation (yang telahmembuat MBT-70), dengan kemungkinan untuk alternatif solusi. Salah satu persyaratan utama adalah untuk mengurangi biaya dibandingkan dengan proyek MBT-70 yang gagal, adalah penetapan teknologi yang dipakai atau tidak dipakai dalam tank baru.

Pada bulan Juni 1973 kedua kontraktor diberikan kontral untuk membuat purwarupa tank baru dengan kode M1, yang kemudian diberi nama tank Abrams (untuk Jend. Creighton Abrams). Tank ini telah diserahkan ke AD AS untuk uji coba pada bulan Februari 1976. Pada bulan November 1976 itu diumumkan, setelah empat bulan keterlambatan, bahwa tank dari Chrysler akan diproduksi. Produksi dimulai di Lima Army Modification Center di Lima pada tahun 1979 dengan tank produksi pertama diselesaikan pada tahun 1980


Tank-Tank M1 Produksi Awal, Kiri: “Tunderbolt” dan Kanan: Tank M1 dari program LRIP


Desain M1 terlihat menguntungkan sejak awal, dari baja khusus, penjejak “thermal imaging”, kontrol penembakan canggih, dan mesin turbin.

Konsep lapis baja khusus yang dikembangkan oleh British Army dari fasilitas penelitian di Chobham, Inggris, dan berdasarkan sistem klasifikasi lapisan dari composites keramik di dalam lapis baja, terpasang di atas plat baja normal. Baja baru ini, yang kemudian dikenal sebagai baja Chobham, yang memberikan perlindungan luar biasa terhadap amunisi (ATGM dan amunisi HEAT). Selanjutnya, Laboratorium Penelitian Balistik di Aberdeen Proving Grounds mulai melakukan program crash untuk mengembangkan lapis baja baru yang serupa untuk dipakai pada tank baru. Model Produksi Pertama Tank M1 Dasar dikirim ke AD AS pada tahun 1981, dengan berat sekitar enam puluh ton, sudah berisi persenjataan, dan telah dilengkapi dengan lapis baja ditambah dengan lapis baja komposit khusus baru (yang terdiri dari lapisan baja dan non-baja baja ditambah material penyerap panas dan goncangan), yang mampu mengalahkan amunisi HEAT yang berisi penetrator energi kinetis.

Walaupun standar produksi tank M1 dirancang untuk cocok dengan meriam 120mm Rheinmetall Jerman bila diperlukan, tank ini mempunyai meriam yang sama pada MBT M60, meriam M68A1 105 mm. Datangnya amunisi 105mm baru, khususnya penetrator DU yang mempu menembus RHA 420mm pada kemiringan 60° pada jarak 2000 meter. Amunisi ini membuat belum diperlukannya upgrade meriam baru hingga 1985.

M1 lebih cepat dan lebih mudah dikemudikan dari para pendahulunya, seri M60, dan mempunyai bentuk yang lebih rendah dan kecil. Selain banyak kemajuan dalam performanya, mesin turbin Textron Lycoming Agt-1500 jauh lebih reliabel dibandingkan dengan mesin diesel tangki, kemudian digunakan oleh AD AS. Masih ada keuntungan lain. Dengan pergantian mesin, walaupun bahan bakarnya lebih boros, kebisingan dikurangi sehingga operasi jauh lebih “sunyi”, sehingga banyak tentara memberikan julukan "Whispering Death" (“Bisikan Kemartian”).

Dengan semua aset yang dimiliki, ditambah dengan sistem kontrol penembakan baru yang menggabungkan semua teknologi terbaru (yang terdiri dari pencari laser, komputer balistik, penjejak “thermal-imaging” siang dan malam bagi gunner (penembak), sebuah sensor referensi laras meriam untuk mengukur distorsi tabung-laras meriam, dan Sensor angin). M1 Abrams membuat lompatan jauh ke depan dalam pengembangan MBT.


Bersambung...


Diterjemahkan secara bebas dari www.fprado.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes