Senin, 21 Desember 2009

Leopard 2 - Bagian 3

Leopard 2 Series Production



Leopard 2 dari batch produksi pertama


Total 380 Leopard 2 dibuat dalam batch pertama, 209 oleh Krauss-Maffei (nomor sasis 10001 sampai 10210) dan 171 oleh Mak (nomor sasis 20001 sampai 20172), dengan enam produksi pertamanya dikirim pada 1979 ke Kampftruppenschule 2 di Münster. 100 yang lain dikirim pada 1980 dan 229 pada 1981. Leopard 2 pertama masuk ke Panzerbattalions 31, 33 dan 34 dari 1 Panzerdivision, dengan sebagian dikirim secara paralel ke Panzerbattalions 81, 85 dan 84 dari 5 Panzerdivision. Leopard 1 yang masa operasinya sudah habis kemudian diserahkan pada Panzerbattalions dari Panzergrenadier Divisions, mereka menggantikan M48A2G. Pada 1982 produksi berjalan dengan kapasitas 300 setahun, batch pertama yang terakhir dikirimkan pada Maret 1982.

Berat pertempuran Leopard 2 adalah 55.000 kg, berat kosong 52.000 kg, dan Hull-nya mempunyai lapis baja multi-lapis. Rodanya (running gear) terdiri dari tujuh “dual rubber-tyred road wheels” dan empat “return roller” per sisi, dengan “idler wheel” di depan dan “drive sprocket” di belakang.
Suspensi batang torsi (Suspensi Christie) dipakai, dengan “friction dampers” canggih. Roda rantai Diehl 570 F, dengan konektor akhir rubber-bashed, mempunyai blok karet yang dapat dilepas dan menggunakan 82 mata rantai di setiap roda rantainya. Untuk penggunaan di medan es, sampai dengan 18 blok karet dapat diganti dengan “grousers”, yang disimpan pada tundukan tank. Bagian pertama dari empat bagian Skirt samping tank ini mempunyai lapis baja yang sangat tebal dan harus ditinggikan untuk pengiriman melalui kereta api. Sementara bagian lainnya terbuat dari karet dan struktur logam standar dan tergantung dan dapat diayunkan ke atas jika diperlukan.

Ruang pengemudi berada di depan sebelah kanan. Sebuah lubang palka “pintle-mounted” tipe angkat dan ayun besar dipasang untuk pengemudi dan dibuka ke arah kanan. Terdapat dua periskop observasi di palka pengemudi, ditambah satu di sebelah kirinya, untuk digunakan saat mengemudi di jarak sangat dekat. PEriskop sentral (di palka) dapat diganti dengan alat lihat IR pasif untuk operasi malam hari. Lubang palka darurat berada di bawah tempat duduk pengemudi.

Turretnya memakai lapis baja multilapis, terpasang di tengah hull dan diawaki oleh komandan dan penembak di sebelah kanan dan pengisi proyektil di sebelah kiri. Komandan dan pengisi proyektil masing-masing mempunyai palka sirkular, yang dibuka ke belakang, dan enam periskop yang mampu melihat ke segala arah untuk komandan. Kedua palka mempunyai cincin untuk senapan mesin anti-pesawat 7.62 mm, walaupun normalnya senapan mesin ini terpasang pada palka pengisi proyektil.


Leopard 2, seri produksi batch pertama. Batch pertama dikirim dari 1979-1982. 200 tank pertama orisinil dilengkapi dengan intensifier tampilan PZB 200 yang terpasang di atas mantlet, imager termal belum terpasang. Batch pertama merupakan satu-satunya yang mempunyai sensor angin yang terpasang di turret.


Meriam utama Rheinmetall 120mm terstabilisasi secara penuh baik azimut maupun elevasi, dan sistem kendali meriam elektro-hidrolis WNA-H22 terpasang di dalamnya. Meriam ini dapat menembakkan dua tipe amunisi, keduanya dikembangkan oleh Rheinmetall APFSDS-T, dikenal sebagai DM-33 KE (Kinetische Energy), dan HEAT-MP-T, dikenal sebagai DM-12 MZ (Mehrzweck = multipurpose), kedua tipe ini mempunyai selongsong yang dapat terbakar. 27 rounds dari amunisi 120mm disimpan di magazine khusus di bagian depan hull, sebelah kiri ruang kemudi- 12 tambahan (total 42) disimpan di sebelah kiri rangka turret, dan terpisah dari kompartemen tempur dengan pintu yang beroperasi secara elektrik. Jika amunisi pada tempat penyimpanan tertembak, penel blow-off di dalam atap turret akan mengarahkan ledakan ke atas. Senapan mesin koaksial 7.620mm MG 3, terpasang di sebelah kiri meriam utama dan 4.750 rounds amunisi dapat diangkut.



Meriam Rheinmetall 120mm L44 adalah meriam tank terkuat pada saat MBT Leopard 2 mulai beroperasi (1979).


Penjejak panas untuk penjejak primer EMES 15 penembak tidak siap selama produksi batch pertama, akan tetapi pada produksi selanjutnya penjejak panas ini sudah terpasang. Untuk menghasilkan kemampuan tempur malam yang lebih baik untuk tank batch produksi pertama, sistem TV ringan Panzer-Ziel-und-Beobachtungsgerät (PZB) 200ow (LLLTV) dipasang sementara untuk 200 Leopard 2.

Sistem kendali penembakan EMES 15/FLT-2 terdiri dari:
1. Penjejak/alat pembidik primer untuk penembak dengan cermin tang distabilkan secara azimut dan elevasi
2. Transmiter dan receiver laser
3. Sistem penggambaran termal dan “eye piece assembly”
4. unit kendali komandan dan penembak.
5. unit display komandan
6. unit kendali komputer
7. kontrol tangan joy-stick komandan
8. komputer balistik digital, yang mengkalkulasi data relevan untuk solusi penembakan
9. sensor kecepatan udara silang (hanya batch pertama)
10. sensor elevasi meriam
11. box elektronik laser
12. sensor sudut lereng
13. set kabel interkoneksi

Penembak juga mempunyai teleskop tambahan FERO-Z18 dengan pembesaran sampai delapan kali, yang terpasang koaksial di sebalah kanan meriam utama. Pembidik panoramik primer PERI R-17 independen dan terstabilisasi penuh, dibuat oleh Carl Zeis, dipasang didepan ruang komandan. Pembidik ini dapat diputar 360 derajat dan memungkinkan komandan membantu kontrol penembak jika dibutuhkan. Sebuah palka suplay amunisi yang dibuka ke luar, terpasang di sebelah kiri turret. Dua kelompok dari empat 79mm mortar asap Wegman dipasang di kedua sisi turret dan dapat ditembakan secara elektrik satu per satu atau secara salvo keempat-empatnya. Dua set radio SEM 25/SEM 35 dipasang di belakang komandan di bagian belakang kanan bustle turret. Dua antena radio dipasang di kanan dan kiri belakang ruang awak.

Kompartemen mesin berada di belakang, terpisang dari kompartemen tempur oleh dinding pemisah tahan api. Mesin diesekl turbo empat-tak V-12 Silinder berpendingin cairan 47,6 Liter MTU MB 873 Ka-501 menghasilkan 1.104 kW (1.500 PS) di 2.600 rpm. Di hidupkan dengan delapan batere 12-Volt/125 Ab dan mempunyai sistem elektrik 24 volt. KEcepatan maksimum jalanan Leopard 2 adalah 68 km/jam, dan terbatas 50km/jam selama waktu damai, dan kecepatan mundur maksimal 31 km/jam. Konsumsi bahan bakarnya sekitar 500 liter per 100km. Empat tangki bahan bakarnya mempunyai kapasitas total sekitar 1.160 liter, membuatnya mampu berjalan hingga 500 km. “Planetary Gearbox” hydro-kinetic Renk HSWL 354 dengan rem integral terpasang pada mesin, membentuk power pack kompak yang dapat diganti-ganti selama 15 menit. Berat power pack ini sekitar 6.120 kg. Empat gigi maju dan dua mundur dapat dioperasikan melalui konventer putaran, membuat Leopard 2 dapat perputar di tempat jika dibutuhkan. Transmisi giginya berjalan secara otomatis dengan jarak yang dipilih sebelumnya oleh pengemudi. Kisi-kisi keluaran pendingin udara sangat mencolok menyeberangi bagian atas dari plat belakang, dan telah dipasang setelah tank ke-28 dibuat.Kisi-kisi knalpot dengan batang-batang vertikal berada di sebelah kiri dan kanan ventilasi deairasi. Sistem deteksi kesalahan mendeteksi malfungsi teknis apapun.

Empat botol pemadam kebakaran Halon 9kg terpasang di sebelah kanan di belakang ruang pengemudi. Botol-botol ini terhubung dengan pipa dan pipa karet, dan diaktifkan secara otomatis denhan sistem deteksi kebakaran, ketika temperatur naik hingga di atas 180 Fahrenheit di dalam kompartemen tempur, atau secara manual dengan panel didalam kompartemen pengemudi. Sebuah pemadam kebakaran ( Halon 2,5 kg (HAL 2,5) ekstra disimpan di bawah meriam utama. Leopard 2 mempunyai sistem proteksi NBC, yang menghasilkan sampai dengan tekanan 4 mbar (0.004 kp/cm²) di dalam tank. Leopard 2 mampu mengarungi perairan dengan kedalaman 1,20m (menyeberangi) tanpa persiapan apapun, dan dapat mengarungi perairan dengan kedalaman 2,25m (penyeberangan dalam) dengan persiapan khusus. Persiapan sekitar 15 menit dibutuhkan untuk membuat tank siap menyeberangi perairan dengan kedalaman 4m (pengendaraan bawah air), termasuk pemasangan tiga buah snorkel (alat penyaluran udara) ke kubah komandan.

Produksi batch kedua dimulai pada Maret 1982 dan berakhir pada November 1983. 450 tank dibuat, 248 dibuat oleh Krauss-Maffei (nomor sasis 10211 sampai 10458) dan 202 oleh MaK (nomor sasis 20173 sampai 20347). Perubahan paling signifikan dari batch ini adalah penghilangan sensor kecepatan angin, dan perlindungan pada blok optik di ruang komandan sekarang berbentuk persegi. Pembidik termal, berdasarkan modul umum yang dikembangkan oleh Texas Instruments dan dibuat oleh Carl Zaiss, sekarang terpasang di pembidik primer EMES 15 dan sistem kendali penembakan dimasukkan ke dalam sistem deteksi kesalahan.

Filter bahan bakar di pindah posisinya, untuk mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk pengisian bahan bakar. Sebuah koneksi head-set eksternal ditambahkan di sebelah kiri belakang turret. Rak penyimpanan amunisi identik dengan milik M1A1 Abrams. Papan dua kaki dipasang di power pack, untuk mengurangi kerusakan pada sistem kemudi serta colokan dan kabel elektrik selama pemeliharaan dengan pengurangan dek. Klem kabel penarik di dek belakang di pindah dan kabelnya sekarang mempunyai panjang 5 m, menyilang di plat belakang. Dengan banyaknya perubahan, versi ini dinamai Leopard 2A1.

300 Leopard 2 batch ketiga diproduksi pada November 1983 hingga November 1984, 165 oleh Krauss-Maffei (nomor sasis 10459 sampai 10623) dan 135 oleh MaK (nomor sasis 20735 hingga 20509). Perubahan yang paling terlihat adalah penambahan deflektor, yang meninggikan posisi pembidik panoramik primer PERI R-17 komandan sekitar 50mm, dan plat pelindung yang lebih besar dipasang di bagian atas sistem perlindungan NBC. Modifikasi ini juga kemudian dilakukan pada tank batch kedua. Tank batch ketiga ini diberi nama Leopard 2A2.

Batch keempat dibuat antara Desember 1984 dan Desember 1985. 300 tank dibuat, 165 dibuat oleh Krauss-Maffei (nomor sasis 10624 hingga 10788) dan 135 oleh MaK (nomor sasis 20510-20644). Perubahan yang paling besar pada pemasangan radio VHF SEM 80/90 digital dan kisi-kisi knalpot yang dirubah dengan batang lingkaran. Palka-palka suplay amunisi ditutup dengan patri (mengurangi resiko kebocoran jika turet tertembak). Tank batch ini diberi nama Leopard 2A3.



Leopard 2A3, Panzerbattalion 123, Panzerbrigade 12, October 1990.


Antara Desember 1985 hingga Maret 1987 370 tank dibuat, 190 oleh Krauss-Maffei (nomor sasi 10789-10979) dan 180 oleh MaK (nomor sasis 20645-20825). Pada batch ini, kendali penembakannya dilengkapi dengan inti digital untuk memfasilitasi penggunaan amunisi baru, dan untuk meningkatkan tingkat keselamatan awak, sebuah sistem penetralan ledakan dan penembakan dikembangkan oleh Deugra juga dipasang. Return roller diposisikan ulang. Level perlindungan turret ditingkatkan menjadi lebih dari 700mm KE dan 1000mm HEAT. Tank dari batch ini dinamai Leopard 2A4.



Leopard 2A4, German Bundeswehr.


Walaupun hanya lima batch yang sebenarnya akan diproduksi, sebuah pesanan untuk batcj keenam untuk 150 tank dibuat pada Juni 1987. 83 tank dibuat oleh Krauss-Maffei (nomor sasis 10980-11062) dan 67 oleh MaK (nomor sasis 20826-20892), antara Januari 1988 dan Mei 1989. Fitur baru pada batch ini adalah pemasangan perawatan-bebas baterai, pengenalan roda rantai Diehl 570FT dan penggunaan cat bebas zinc kromat. Lampu peringatan sentral sekarang dipasang di tempat kecil di hull, di depan ruang pengemudi, untuk otingkat observasi dan penglihatan yang lebih baik bagi pengemudi ketika mengemudi dengan kepala keluar. Palka suplai amunisi di sebelah kiri turret dihilangkan. Tank batch ini juga dinamai Leopard 2A4.

Produksi 100 tank batch ketujuh dimulai pada Mei 1989 dan berakhir pada April 1990, 55 oleh Krauss-Maffei (nomor sasis 11063-11117) dan 45 oleh MaK (nomor sasis 20893-20937). Tank batch ini identik dengan batch keenam, juga dikenal dengan Leopard 2A4.



Leopard 2A4 (batch ketujuh), Panzerbattalion 214, 7.Panzerdivision, CMTC Hohenfels, December 1995.


Antara Januari 1991 dan Maret 1992, 75 tank diproduksi, 41 oleh Krauss-Maffei (no. sasis 11118-11158) dan 34 oleh MaK (no. sasis 20938-20971). Perubahan yang dilakukan pada pemasangan mortar asap, dan sebuah kolimator untuk sistem referensi muzzle dipasang di sebelah kanan meriam utama 120mm, dekat ujung barrel, dan kemudian dipasang seperti pada batch sebelumnya. Sistem referensi muzzle memungkinkan pengecekan cepat untuk penembak dari distorsi dari barrel meriam dalam hubungannya dengan optik pembidik. Tank pada batch ini juga disebut Leopard 2A4.

Leopard 2A4 terakhir dari batch kedelapan dikirim ke Gebirgs-Panzerbattalion 8 (Batalion Tank Gunung) pada 19 Maret 1992, dalam sebuah upacara resmi di Munich.



Leopard 2A4 milik of Panzerbattalion 393, December 1995. CMTC Hohenfels.


Setelah pengiriman tank batch kedelapan terakhir, sekitar 2.125 Leopard 2A4 beroperasi untuk Jerman. Leopard 2 didesain untuk memenuhi kebutuhan untuk kendaraan tempur modern untuk mengatasi ancaman Soviet di Eropa Tengah. Tank ini menggunakan teknolohi tercanggih yang ada di masa itu, untuk mendapatkan performa yang lebih baik, dengan hasil optimal di faktor proteksi lapis baja, daya tembak dan mobilitas; yang menempatkannya sebagai pemimpin di desain tank modern.

Bersambung..........


Diterjemahkan secara bebas dari: www.fprado.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes