Rabu, 02 Desember 2009

Energi Bersih Selamatkan Jiwa


HONGKONG, KOMPAS.com – Perbaikan sistem insulasi dan ventilasi rumah serta menghindari pemakaian bahan bakar fosil bisa mengurangi polusi dalam rumah dan menyelamatkan ribuan nyawa, terutama di negara berpendapatan rendah seperti India, begitulah hasil suatu penelitian.

Dengan memakai model matematika dan studi kasus, para peneliti menyatakan bahwa strategi seperti itu bisa mencegah 5.500 kematian usia dini dan mengurangi emisi karbondioksida hingga 41 megaton, atau 41 juta ton, per tahun di negara seperti Inggris.

"Polusi bahan bakar dalam rumah tangga bisa dihentikan dengan mengganti bahan bakar fosil rumah tangga dengan listrik, dan penghematan energi bisa dilakukan dengan menurunkan suhu pemanas ruangan," kata para peneliti pada suatu karya tulis dalam terbitan berseri 'The Lancet Series on Health and Climate Change' mengenai kesehatan dan perubahan iklim.

Dipimpin Paul Wilkinson di Fakultas Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Tropis, para peneliti menyatakan bahwa biaya untuk perbaikan efisiensi energi tersebut memang cukup tinggi tapi akan tertutup oleh besarnya penghematan bahan bakarnya.

Para peneliti mengamati pemakaian kompor yang lebih bersih (menghindari bahan bakar minyak) di negara berpendapatan rendah seperti India akan berpengaruh pada kesehatan, dimana pembakaran biomassa menyebabkan penyakit paru-paru dan jantung.

Dengan anggapan bahwa 150 juta rumah memasang kompor beremisi rendah yang efisien, menurut para peneliti: "Pada tahun 2020, 87 persen dari rumah tangga di India akan mendapatkan udara dan pembakaran yang lebih bersih."

"Total jumlah kematian usia dini akibat penyakit saluran pernafasan yang bisa dihindari akan mencapai 240.000 untuk balita, dan kematian orang dewasa yang disebabkan penyakit jantung ishaemic dan penyakit paru obstruktif kronis bisa berkurang lebih dari 18 juta."

Pada suatu karya tulis lain dalam seri yang sama, para peneliti mengatakan bahwa mengurangi pembangkit listrik berbasis karbon bisa sangat membantu kesehatan seluruh dunia, terutama di negara-negara seperti India dan China.

Dipimpin Anil Markandya di Pusat Perubahan Iklim BC3 di Basque, Spanyol, para peneliti memperhitungkan keuntungan mengurangi 50 persen total emisi karbondioksida di tahun 2030.

"Contoh skenario terbaik adalah di India, yaitu bisa menghindari 93.000 kematian usia dini di tahun 2030 dibandingkan bila keadaannya dibiarkan."

"Di Uni-Eropa, 5.000 kematian bisa dihindari, dan di China angka itu bisa mencapai 57.000."


Sumber: Kompas.Com

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes