Selasa, 03 Februari 2009

Messerschmitt Me 264


Role: Long-range bomber/Maritime reconnaissance aircraft
Manufacturer: Messerschmitt
Designed by: Wolfgang Degel, Paul Konrad and Waldemar Voigt
First flight: 23 December 1942
Status: Cancelled, 23 September 1944
Primary user: Luftwaffe
Number built: 3


Me 264 Amerika (America) adalah pesawat intai maritim jarak-jauh yang dikembangkan oleh Messerschmitt selama PD II untuk Luftwaffe. Pesawat ini dibuat dengan tujuan untuk mensuport operasi U-Boat (Kapal Selam) di Samudera Atlantik, yang bertindak sebagai pengintai untuk mengarahkan penyerangan ataupun melakukan penyerangan ke target secara langsung. Desain ini kemudian dipilih sebagai kompetitor dalam program “Bomber Amerika” milik Reichsluftfahrtministerium (Kementrian Udara German), yang bertujuan untuk mengembangkan bomber strategis yang mampu untuk menyerang kota New York dari pangkalan di Perancis maupun Azores. Satu purwarupa telah dibuat, tetapi proyek dihentikan agar Messerschmitt dapat berkonsentrasi untuk mengembangkan pesawat tempur dan desain lainnya. Junkers Ju 390 dipilih oleh Kemetrian Udara sebagai pesawat intai maritim.


Sejarah Pengembangan

Desain orisinil Me 264 berasal dari proyek pesawat intai maritim jarak jauh milik Messerschmitt; P.1061 di akhir 1930an. Varian P.1061 adalah P.1062 yang darinya dibuat tiga purwarupa. Pada awal 1941, enam purwarupa telah dipesan dari Messerschmitt, dengan kode Me 264. Akan tetapi kemudian dikurangi menjadi tiga purwarupa.

Perkembangan proyek ini awalnya sangat lambat, tetapi setelah Jerman mengumumkan perang terhadap AS, Reichsluftfahrtministerium (RLM) memulai program yang lebih serius untuk pengembangan bomber jarak jauh, dengan keputusan untuk dibuatnya pesawat yang lebih besar dengan mesin enam buah untuk menghasilkan kapasitas angkut yang lebih besar. Untuk memenuhi kebutuhan ini, proposal ditujukan untuk pengembangan Junkers Ju 390, Focke-Wulf Ta 400 dan Messerschmitt Me 264B bermesin enam. Tetapi pada akhirnya Ju 390 dipilih.

Me 264 diminati oleh Kriegsmarine (AL Jerman) untuk menggantikan Fw 200 Condor sehingga pengembangan tetap berlanjut. Sebagai hasilnya, dua purwarupa yang tertunda, dipesan agar diselesaikan pembuatannya sebagai pesawat intai ultra jarak-jauh Me-264A.

Purwarupa pertama, Me 264 V1, diterbangkan pada 23 Desember 1942. Pada awalnya bermesin empat Jumo 211J dengan kekuatan masing-masing 1,340 shp (metric hp, 990 kW). Pada akhir 1943, mesinnya diganti dengan BMW 801G yang menghasilkan masing-masing 1,750 shp (1,290 kW). Pada percobaan terbang ini ditemukan beberapa kesalahan kecil dan kesulitan dalam pengendalian pesawat. Salah satunya adalah besarnya beban sayap yang menyulitkan manuverabilitas. Pesawat purwarupa pertama ini tidak dilengkapi dengan lapis baja maupun persenjataan, tetapi pada dua purwarupa selanjutnya, Me 264 V2 dilengkapi dengan lapis baja untuk mesin, awak, dan persenjataan, walaupun dikembangkan tanpa perenjataan. Pada purwarupa ketiga Me 264 V3 persenjataan telah dipasang.

Pada 1943, AL Jerman membatalkan pesanannya karena adanya Ju 290 dan rencana Ju 390. Sebagai konsekuensinya, pada Oktober 1943, Erhard Milch memerintahkan pembatalan pengembangan Me 264 dan fokus pada pengembangan pesawat tempur-bomber jet Me 262.


Desain

Pesawat ini menggunakan konstruksi klasik dengan sayap logam dan empat mesin. Bodi pesawatnya bulat di “cross section” dan mempunyai kabin awak transparan di hidung “peluru”nya, similar dengan pesawat B-29. Sayapnya mempunyai lengkungan di bagian pangkalnya dan lurus di bagian ujungnya. Pesawat ini mempunyai dua sirip ekor. Rodanya merupakan tricycle gear yang dapat dimasukkan.


Spesifikasi (dengan mesin BMW 801)

General characteristics
Crew: Eight
Length: 21.3 m (69 ft 9 in)
Wingspan: 43 m (141 ft)
Height: 4.3 m (14 ft)
Wing area: 127.8 m² (1,376 ft²)
Empty weight: 21,150 kg (46,630 lb)
Loaded weight: 45,540 kg (100,400 lb)
Max takeoff weight: 56,000 kg (123,000 lb)
Powerplant: 4× BMW 801 G/H radial engines, 1,272 kW (1,730 hp) each

Performance
Maximum speed: 560 km/h (350 mph)
Cruise speed: 350 km/h (217 mph)
Range: 15,000 km (9,500 mi)
Service ceiling: 8,000 m (26,000 ft)
Rate of climb: 120 m/min (390 ft/min)
Wing loading: 356 kg/m² (72.9 lb/ft²)
Power/mass: 0.11 kW/kg (0.07 hp/lb)

Armament
4 × 13 mm (0.51 in) MG 131 machine guns
2 × 20 mm (0.79 in) MG 151 cannons 6,600 lb (3,000 kg) bombload in internal bay



Sumber: http://www.aviastar.org/, http://www.wikipedia.org/

Foto: www.rollmodels.net

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes