Tampilkan postingan dengan label Sukhoi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sukhoi. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Oktober 2011

Sukhoi Su-7 (II), 1955




Selama reorganisasi industri pesawat Soviet pada November 1949, Pavel O Sukhoi's OKB dibubarkan, tetapi dibentuk kembali setelah tiga setengah tahin pada Mei 1953, untuk mengerjakan proyek pengembangan dua pesawat tempur. Proyek ini kemudian diberi nama sebagai S-1 dan T-3, huruf awal pada nama merupakan singkatan dari strelovidnyi (arrowhead) dan treugolnyi (triangular) yang merupakan konfigurasi sayap (sebagai contoh: sayap tertekuk ke belakang dan delta). Kedua pesawat tersebut diddesain untuk memakai mesin turbojet Lyulka AL-7 (TRD-31), tetapi dengan komonalitas desain yang terbatas.

S-1 disebut sebagai pesawat tempur “frontal”, sebuah pesawat perang superioritas udara taktis yang ditujukan untuk beroperasi di sekitar garis depan. Pesawat ini merupakan pesawat Soviet pertama yang memiliki fitur ekor tipe-slab dan sebuah translating nose cone. Pesawat ini terbang pada 8 September 1955, dan awalnya dipasangi mesin AL-7 dengan tenaga 6500 kg. Mesin ini diganti dengan AL-7F yang bertenaga 9500 kg, yang pada akhirnya pesawat ini membuat rekor kecepatan nasional dengan kecepatan 2170 km/jam atau 2.04 Mach pada April 1956.

S1 memiliki sayap tertekuk ke belakang 60°. Persenjataannya terdiri dari tiga kanon 30 mm dan memiliki retractable ventral tray untuk 32 roket spin-stabilised 57mm

Pesawat ini melakukan demo terbang di atas Tushino pada 24 Juni 1956, tetapi purwarupa ini mengalami kecelakaan pada 21 November di tahun yang sama.

Purwarupa kedua, S-2, memasukkan beberapa perbaikan aerodinamis. Purwarupa ini ikut dalam program uji hingga beberapa waktu dan walaupun tidak berhasil dalam uji Negara hingga musim Gugur 1957, pengerjaan untuk pre-seri tetap berjalan serentak. Dibuat dalam jumlah yang cukup untuk melengkapi resimen dalam keperluan evaluasi, pesawat ini mulai beroperasi pada awal 1959 di Timur-jauh Soviet.

Pesawat yang memiliki peran utama udara-ke-udara ini akhirnya diberi nama sebagai Su-7. Penyebutan ini sudah pernah dipakai pada pesawat tempur eksperimental di tahun 1944. Perubahan kebutuhan menyebabkan pengembangan selanjutnya didedikasikan untuk pesawat serang-darat (ground attack) di bawah nama Su-7B (S-22).


Specification

MODEL: Su-7 (pre-series)
BERAT:
    Berat lepas-landas: 9423 kg

DIMENSI
    Bentang Sayap: 9.15 m
    Panjang: 16.72 m

PERFORMA
    Kecepatan Maks:1827 km/jam


Jumat, 21 Oktober 2011

Sukhoi Su-15 (I), 1949



Gambar dari Aviastar.org


Sukhoi Su-15 atau Samolet P diluncurkan di Novosibirsk pada 25 Oktober 1948. Pesawat ini terbang pertama kali pada Januari 1949. Pesawat ini merupakan interseptor semua-cuaca kursi-tunggal.

Su-15 bermesin dua turbojet RD-45F 2.270 kg yang dipasang secara tandem. Mesin depan mempunyai pengeluaran di bawah bagian tengah badan pesawat, sementara mesin belakang mempunyai pengeluaran pada lubang di ekor ekstrim pesawat.

Kokpit bertekanan milik pilot berada di sisi kiri untuk keseimbangan. Sementara di bagian kanan terdapat lubang untuk intake udara ke mesin belakang. Intake udara tersebut berada di bawah radome yang digunakan untuk mengakomodasi radar AI Izumrud (Emerald).

Pesawat ini mempunyai sayap spar-tunggal yang tertekuk kebelakang 35°. Pesawat ini dipersenjatai dengan dua kanon 37mm.

Pada saat penerbangannya yang ke 39, 3 Juni 1949, Su-15 mengalami masalah dan tidak dapat dikontrol sehingga pilot keluar dari pesawat (ejecting). Pada saat itu, purwarupa kedua belum selesai dibuat dan kemudian pengembangan pesawat ini dihentikan.



3-View dari Aviastar.org


SPESIFIKASI:

BERAT
Berat Lepas Landas: 10437 kg
Berat Kosong: 7409 kg

DIMENSI
Bentang Sayap: 12.87 m
Panjang: 15.44 m
Luas Sayap: 36 m2

PERFORMA
Kecepatan Maksimal: 1032 km/jam
Jarak Jangkau: 1600km



Foto dari Aviastar.org



Diterjemahkan secara bebas dari: www.aviastar.org

Senin, 17 Oktober 2011

Sukhoi Su-11, 1961


Foto Su-11, dari www.airwar.ru


Su-11 dianggap sebagai pesawat tempur yang sangat potensial. Pesawat ini didesain berdasarkan pengembangan lebih lanjut pesawat Su-9 yang terbatas dan inferior, yang dilakukan secara paralel dengan pengembangan pesawat tempur-bomber Su-7. Su-11 atau yang dikenal dengan nama lain Samolet LK diharapkan menjadi pesawat Soviet pertama yang memakai mesin turbojet desain dalam negeri. Sukhoi mulai mengembangkan Su-11 dengan purwarupa yang disebut T-74 dan pertama kali terbang pada 1961. Pesawat ini memakai mesin yang lebih bertenaga dari Su-9, sistem radar baru dan persenjataan yang lebih baik.

Badan pesawat ini pada dasarnya mirip dengan Su-9 yang berbentuk seperti cerutu, dengan beberapa revisi struktural untuk mengakomodasi mesin yang lebih besar, mesin turbojet Lyulka Al-7F-1 yang menghasilkan tenaga 9,8 kN (2.210 lbf) dengan afterburning sistem untuk meningkatkan kecepatan naik dan performa pada ketinggian (dan untuk mengantisipasi bertambahnya berat pesawat). Sayap Su-11 sama dengan Su-9 yang berbentuk delta, ekor pesawat yang tertekuk kebelakang dan intake hidung sirkular. Hidung pesawat Su-11 lebih besar untuk menampung set radar “Oryol” yang lebih kuat. Su-11 dapat dibedakan dari Su-9 dengan adanya pipa bahan bakar eksternal yang berada di bagian atas badan pesawat, di belakang kokpit.

Su-11 dipersenjatai dengan misil udara-ke-udara baru, “Anab”, yang merupakan pengganti dari misil “beam-riding” K-5. Su-11 akan dilengkapi dengan dua misil Anab, satu bertipe misil kendali infra merah dan jejak termal, sedang satunya bertipe misil kendali radar. Seperti tipe interseptor pada masanya, pesawat ini tidak dilengkapi dengan senapan (kanon). Tangki bahan bakar tambahan menjadi standar untuk dipasang karena disadari jarak jelajah pesawat ini terbatas tanpanya.

Versi Latih pesawat ini, Su-11U “Maiden” juga dikembangkan. Mirip seperti Su-9U, pesawat ini juga dilengkapi dengan persenjataan dan sistem radar penuh untuk keperluan latihan. Karena penambahan kursi untuk pelatih, kapasitas tangki bahan bakar dikurangi, sehingga pesawat ini tidak layak untuk keperluan tempur.

Produksi Su-11-8M definitif dimulai pada 1962 hingga 1965, setelah sekitar 108 pesawat diproduksi, walaupun dipercaya setidaknya beberapa Su-9 diupgrade ke Su-11. Masalah pengembangan dan kecelakaan mengakibatkan produksi terhambat, hingga 1964, hanya sedikit yang berhasil diproduksi.

Walaupun memiliki radar yang superior, tetapi pesawat ini tetap sangat tergantung pada Ground Control Interception (GCI) untuk mengarahkan pilot ke sasaran. Pesawat ini juga tidak mempunyai kemampuan menghadapi pesawat yang terbang-rendah, dan OKB Sukhoi menganggap Su-11 gagal dan sangat inferior dari Su-15 ‘Flagon”. Akan tetapi beberapa pesawat ini tetap beroperasi hingga 1980an. Su-11 terakhir beroperasi hingga 1983. Tidak ada Su-11 yang beroperasi di luar Uni Soviet. Dan ketika pesawat baru muncul menggantikannya, pesawat ini dijadikan target untuk latihan pertahanan.


Gambar 3-view Su-11, dari www.aviastar.org

Spesifikasi (Su-11-8M)

Karakteristik Umum
 Awak: Satu
 Panjang: 18.29 m
 Bentang Sayap: 8.43 m
 Tinggi: 4.88 m
 Area Sayap: 34 m²
 Berat Kosong: 9,000 kg
 Berat Isi: 13,600 kg
 Mesin: 1 × Lyulka AL-7F-1 turbojet, 96 kN

Performa
 Kecepatan Maksimum: Mach 2.2, 2340 km/h pada ketinggian 11,000 m
 Jarak: Tempur: 500 km, Jelajah: 1.125 km
 Ketinggian Operasional Maksimum: 17,000 m
 Kecepatan Naik: 136.7 m/s
 Wing Loading: 400 kg/m²
 Daya Dorong/Berat: 0.71

Persenjataan
 2 misil udara ke udara R-98 (AA-3 'Anab')


Sumber: 

Minggu, 16 Oktober 2011

Sukhoi S-37 Berkut



S-37 Berkut [Golden Eagle] (Sukhoi) adalah sebuah tes awal (testbed) untuk pengembangan teknologi untuk pesawat generasi mendatang. Dimensi dan berat dasar dari S-37 "Berkut" adalah sama dengan Su-37, walaupun mereka adalah pesawat yang berbeda, sedangkan untuk ekor, hidung dan canopy (langit-langit) sama dengan Su-35. Dua opurwarupa (prototype) pertama sangat jelas mengikuti S-32, dan desain S-37 sebelumnya pernah diaplikasikan ke projek pesawat tempur yang tidak berhubungan untuk pesawat tunggal sayap delta yang lebih kecil yang dibatalkan karena kekurangan dana.

S-37 mempunyai sayap tertekuk ke depan, yang menjanjikan keunggulan di bidang aerodinamis pada kecepatan subsonic dan pada sudut tinggi (high angles of) serangan. Sayap yang tertekuk ke depan ini memungkinkan bertambahnya jarak dan manuverabilitas pada altitude yang tinggi. Pesawat ini mempunyai canard besar yang terpasang di samping saluran udara, dekat dengan ujung depan sayap. Penstabil vertikal dipasang di sebelah luar (sedikit di luar, bukan di dalam seperti dugaan sebelumnya), dan dua buah pintu saluran udara tambahan besar yang terlihat di bagian tengah badan pesawat. Sampa saat ini, belum jelas jenis mesin apa yang dipakai dalam pesawat ini. Dugaan saat ini ada dua mesin yang mungkin dipakai, pertama adalah turbojet D-30F6 yang pada umumnya dipakai pada MiG-31M, sedang yang ke dua (yang digunakan pada prototype kedua) adalah turbojet Ljulka AL-37FU dengan "thrust vectoring". S-m7 adalah sebuah program eksperimental untuk mengembangkan teknologi pesawat generasi kelima, dan semua keputusan pada produksi serial untuk pesawat ini berada di tangan Menteri Pertahanan di masa yang akan datang.




Spesifikasi
Negara: Rusia
Pembuat: Sukhoi
Lebar Sayap: 15,16m – 16,7m
Panjang keseluruhan: 22,2 m – 6,4 m
Tinggi keseluruhan: 6,36m – 6,4m
Berat Kosong: 24.000kg-26.000kg
Berat Max: 34.000kg
Kecepatan max: 2.500 km/jam (1.350 knots)
Kecepatan Max saat "S/L": 1.400 km/jam
Tinggi Max. yang dapat dijangkau: 18.000m
Jarak tempuh max: 1.782 nm (3.300 km)
Jumlah persenjataan/misil: 14; 2 di ujung sayap, 6-8 di bawah sayap, 6-4di bawah badan pesawat.
Misil udara-ke-udara: R-77, R-77PD, R-73, K-74
Misil udara-ke-permukaan: X-29T, X-29L, X-59M, X-31P, X-31A, KAB-500, KAB-150
Kru: satu


Sebelumnya diposting pada 23 Mei 2008 di www.bluefame.com

Kamis, 13 Oktober 2011

Sukhoi Su-35 Multi-Role Fighter



DEKRIPSI:

Su-35 sebenarnya diderivasikan dari Su27 dan merupakan varian "ground-baed" dari Su-33. Ketika Au Rusia tetap memakai nama Su-27M, Sukhoi merubah nama pesawat ini menjadi Su-35 dengan harapan dapat menarik perhatian konsumen asing.

Desain Su-35 sangat identik dengan Su-27 tetapi memakai canard seperti Su-33 dan dengan mesin yang lebih bertenaga ditambah sistem fly-by-wire digital baru. Su-35 juga dilengkapi dengan sebuah radar multi-mode baru, detektor inframerah dan senjata yang telah diupgrade.

Pengembangan Su-35 mengalami banyak penundaan karena terpuruknya perekonomian Soviet, dan pihak militer Rusia memilih untuk tidak membeli satupun. Sukhoi selanjutnya memakai 11 pesawat demonstrator untuk menarik konsumen asing dalam rangka mencari dana untuk produksi massal.

Konsumen asing yang sangat tertarik adalah Brazil yang menginginkan ko-produksi pesawat ini untuk menggantikan Mirage III dan Su-35 dianggap lebih unggul dari Mirage 2000, Gripen dan F16. Persetujuan hampir saja terjadi pada November 2004, tetapi Brazil akhirnya menolaknya karena tingginya biaya. Rusia kemudian menawarkan pesawat Su-27 bekas kepada Brazil sebagai alternatif yang lebih murah, tetapi Brazil malah membeli 12 Mirage 2000 (bekas) dari Perancis.

Keputusan Brazil membuat program Su-35 berakhir dan setelahnya Sukhoi hanya mendapatkan sukseskecil dalam memperoleh konsumen lain. Harapan kembali muncul ketika Venezuela menyatakan ketertarikannya pada Su-35, tetapi akhirnya negara itu memilih varian Su-30. Gerakan Venezuela ini didasari kepentingan politik karena AS melarang support atas F-16 milik Venezuela.

Akan tetapi, pada 2007, sukhoi mengumumkan bahwa Su-35 mulai diproduksi masal untuk AU Russia. Versi produksi ini kemudian lebih dikenal dengan Su-35BM dengan mesin yang lebih bertenaga, "2d thrust vectoring nozzle" yang telah dikembangkan dan air intake yang lebih besar. Su-35BM tidak memakai canard seperti purwarupanya, tetapi canard ini dapat dipasang sesuai keinginan konsumen. Upgrade lain termasuk radar yang lebih canggih, kokpit, kompabilitas dengan senjata tambahan dan pemakaian alat elektronik terbaru.




HISTORY:
First Flight: (T-10-24) May 1985; (T-10S-70) 28 June 1988; (Su-35BM) 18 February 2008
Service Ent0ry: (Su-35BM) planned for 2010

CREW: one: pilot

ESTIMATED COST: unknown

DIMENSIONS:
Length: 72.83 ft (22.22 m)
Wingspan: 48.17 ft (14.70 m)
Height: 21.08 ft (6.43 m)
Wing Area: 666 ft² (62.0 m²)
Canard Area: unknown

WEIGHTS:
Empty: 40,565 lb (18,400 kg)
Normal Takeoff: 56,660 lb (25,700 kg)
Max Takeoff: 74,955 lb (34,000 kg)
Fuel Capacity: 29,540 lb (13,400 kg)
Max Payload: 17,640 lb (8,000 kg)

PROPULSION:
Powerplant: (Su-35) two Saturn/ Lyul'ka AL-31F afterburning turbofans; (Su-35BM) two Saturn/ Lyul'ka AL-41FA afterburning turbofans with 2D thrust vector control
Thrust: (Su-35) 61,730 lb (274.6 kN); (Su-35BM) 66,090 lb (294 kN)

PERFORMANCE:
Max Level Speed: at altitude: 1,555 mph (2,500 km/h) at 32,780 ft (10,000 m), Mach 2.3; at sea level: 895 mph (1,435 km/h), Mach 1.18
cruise speed: 870 mph (1,400 km/h) at 32,780 ft (10,000 m)
Initial Climb Rate: 45,235 ft (13,800 m) / min
Service Ceiling: 59,055 ft (18,000 m)
Range typical: 1,730 nm (3,200 km)
ferry: 3,505 nm (6,500 km)
g-Limits: +10

ARMAMENT:
Gun: one 30-mm GSh-301 cannon (149 rds)
Stations: twelve external hardpoints and two wingtip rails
Air-to-Air Missile: R-40/AA-6 Acrid, R-60/AA-8 Aphid, R-27/AA-10 Alamo, R-73/AA-11 Archer, R-77/AA-12
Air-to-Surface Missile: Kh-25ML/AS-10 Karen, Kh-25MP/AS-12 Kegler, Kh-59/AS-13 Kingbolt, Kh-29/AS-14 Kedge, Kh-55/AS-15 Kent, Kh-15P/AS-16 Kickback, Kh-31/AS-17 Krypton
Bomb: FAB-100/250/500/750/1000, KAB-250, KAB-500L, KAB-1500
Other: rocket pods, ECM pods

KNOWN VARIANTS:
T-10-24: Experimental Su-27 prototype with canards
T-10S-70: Prototype
Su-27M 'Flanker-E': Official Russian Air Force designation for the Su-35
Su-35 'Flanker-E': Production model with a new radar, improved fire-control system, glass cockpit featuring multi-function displays, and redesigned fly-by-wire system; 11 prototypes built
Su-35BM: Production model with improved engines and thrust vectoring nozzles, larger air intakes, larger flaperons, a more powerful radar, an improved electronic warfare system, upgraded fly-by-wire control system, and better glass cockpit displays
Su-27SM2: Official designation for the Su-35BM in the Russian Air Force

KNOWN COMBAT RECORD: none

KNOWN OPERATORS: Russia, Voyenno Vozdushniye Sili (Russian Air Force)


Sebelumnya diposting pada 2 Juli 2008 di www.bluefame.com

Rabu, 12 Oktober 2011

Sukhoi Su-33 ASCC codename: Flanker Carrier-borne Multi-Role Fighter



DESKRIPSI:

Sukhoi Su-33 adalah versi kapal induk dari Su-27 yang semula didesain untuk beroperasi pada kapal induk utama Uni Soviet. Untuk memenuhi kebutuhan operasi di kapal induk, su-33 mempunyai airframe yang lebih kuat, anti korosi, roda penangkap, mesin yang lebih bertenaga dan sayap yang dapat ditekuk untuk kemudahan penyimpanan di atas kapal induk. Su-33 juga merupakan varian Su-27 pertama yang memakai canard untuk meningkatkan manuberabilitas serta mengurangi jarak take-off dan kecepatan saat mendarat.

Su-27K, desain awal dari Su-33, pada awalnya dikembangkan untuk AL Soviet bersama dengan MiG-29K. Diharapkan kedua pesawat ini digunakan untuk operasi kapal induk. Akan tetapi, ehancuran Uni Soviet meninggalkan hanya satu Kapal induk kelas Kuznetsov , sehingga hanya satu pesawat yang diputuskan untuk dikembangkan. Walaupun lebih mahal dan ukurannya lebih besar (sehingga sedikit pesawat yang akan muat dalam kapal induk), AL Soviet memilih Su-27K. Sekitar 24 pesawat yang sekarang dikenal sebagai Su-33 oleh Sukhoi. Sayangnya, karena kekurangan dana menyebabkan Soviet tidak lagi memakai kapal induk dan pesawat ini sekarang beroperasi dari pangkalan dekat pantai.

Pengembangan selanjutnya adalah pesawat latih dua tempat duduk Su-27KUB atau Su-33UB yang memiliki susunan tempat duduk berdampingan seperti Su-34.




HISTORY:
First Flight: (Su-27K) May 1985; (Su-27KUB) 29 April 1999
Service Entry: 1994

CREW: one: pilot

DIMENSIONS:
Length: 71.92 ft (21.94 m)
Wingspan: 48.17 ft (14.70 m)
Height: 19.42 ft (5.92 m)
Wing Area: 666 ft2 (62.0 m2)
Canard Area: unknown




WEIGHTS:
Empty: 35,275 lb (16,000 kg)
Normal Takeoff: 49,605 lb (22,500 kg)
Max Takeoff: 70,545 lb (32,000 kg)
Fuel Capacity: internal: 20,725 lb (9,400 kg); external: unknown
Max Payload: 14,330 lb (6,500 kg)

PROPULSION:
Powerplant: two Saturn/ Lyul'ka AL-31F afterburning turbofans
Thrust: 61,730 lb (274.6 kN)

PERFORMANCE:
Max Level Speed: at altitude: 1,430 mph (2,300 km/h) at 32,780 ft (10,000 m), Mach 2.17; at sea level: 870 mph (1,400 km/h), Mach 1.1
cruise speed: 870 mph (1,400 km/h) at 32,780 ft (10,000 m)
Initial Climb Rate: 45,235 ft (13,800 m) / min
Service Ceiling: 55,720 ft (17,000 m)
Range typical: 1,620 nm (3,000 km)
ferry: unknown
g-Limits: +9

ARMAMENT:
Gun: one 30-mm GSh-301 cannon (149 rds)
Stations: ten external hardpoints and two wingtip rails
Air-to-Air Missile: R-27/AA-10 Alamo, R-73/AA-11 Archer, R-77/AA-12
Air-to-Surface Missile: Kh-25MP/AS-12 Kegler, Kh-31/AS-17 Krypton, Kh-41
Bomb: various
Other: rocket pods, ECM pods

KNOWN VARIANTS:
T-10K: Prototype of the Su-27K
Su-27K 'Flanker-D': Official designation of the Su-33 used by the Russian Navy
Su-33 'Flanker-D': Production model with canards, strenthened structure, folding wings and tailplanes, arrester hook, uprated engine, corrosion protection, an in-flight refueling probe, and other modifications to make the aircraft suitable for carrier operations; approximately 24 built
Su-33UB or Su-27KUB: Side-by-side two-seat combat-capable trainer similar to the Su-32 or Su-34 but retaining the more rounded nose of the Su-33

KNOWN COMBAT RECORD: none

KNOWN OPERATORS: Russia, Aviatsiya Voyenno-Morskoyo Flota (Russian Naval Aviation)


Sebelumnya diposting pada 2 Juli 2008 di www.bluefame.com

Sukhoi Su-32, Su-34 ASCC codename: Fullback Medium Tactical/ Strategic Bomber



DESKRIPSI:

Dirancang berdasarkan Su-27 yang impresif, Su-34 adalah sebuah bomber "ketinggian-rendah" yang didesain untuk menggantikan Su-24. Purwarupa pertama Su-34 adalah pesawat trainer dua-tempat duduk tandem Su-30 yang dimodifikasi, yang merupakan varian dari Su27, yang direkonfigurasi dengan tempat duduk berdampingan dalam sebuah bodi pesawat yang diperlebar. Di dalam hidung pesawat yang diperlebar, terdapat radar "terrain-following dan sistem "terrain-avoidance" yang dibutuhkan untuk penerbangan ketinggian rendah. Selanjutnya, bentuk hidung direvisi menjadi datar dan tajam seperti milik SR71 Blackbird untuk mengurangi "cross-section" radar pesawat. Seperti Su-27, Su-37 juga memiliki radar yang menghadap ke belakang, terletak di antara mesin untuk melacak target yang berada di belakang pesawat.

Pengembangan dari Su-27 menjadi Su-34 termasuk pemakaian sistem avionik canggih, penambahan cannard seperti pada Su-33, manuverabilitas yang lebih baik, jarak yang lebih jauh, dan peningkatan performa penerbangan ketinggian-rendah.

Su-34 pada awalnya dikenal sebagai Su-27IB, yang diharapkan untuk menggantikan Su-24 Bomber pada 2010. Varian lanjut dari Su-34 adalah Su-32FN yang dikembangkan untuk penyerangan maritim dan tugas pengintaian. Beberapa laporan menyatakan bahwa Su-34 juga dibuat versi "naval"-nya (mungkin dirancukan dengan Su-33UB) yang dilengkapi dengan mesin yang lebih kuat untuk mengurangi jarak take-off, tetapi varian ini diragukan karena sekarang Rusia tidak memiliki satu pun kapal induk.




HISTORY:
First Flight: (modified Su-30) 13 April 1990; (Su-34) 18 December 1993
Service Entry: unknown

CREW:
two: pilot, weapon systems officer

DIMENSIONS:
Length: 82.67 ft (25.22 m)
Wingspan: 48.18 ft (14.70 m)
Height: 20.33 ft (6.20 m)
Wing Area: 666 ft2 (62.0 m2)
Canard Area: unknown

WEIGHTS:
Empty: 30,865 lb (14,000 kg)
Normal Takeoff: 85,980 lb (39,000 kg)
Max Takeoff: 99,210 lb (45,000 kg)
Fuel Capacity: 26,675 lb (12,100 kg)
Max Payload: 17,640 lb (8,000 kg)

PROPULSION:
Powerplant: two Saturn/ Lyul'ka AL-31MF afterburning turbojets
Thrust: 58,460 lb (260 kN)

PERFORMANCE:
Max Level Speed: at altitude: 1,180 mph (1,900 km/h) at 32,780 ft (10,000 m), Mach 1.8; at sea level: unknown
cruise speed: 810 mph (1,300 km/h) at 32,780 ft (10,000 m)
Initial Climb Rate: unknown
Service Ceiling: 45,890 ft (14,000 m)
Range: typical: 2,160 nm (4,000 km); ferry: 3,775 nm (7,000 km)
g-Limits: +7

ARMAMENT:
Gun: one 30-mm GSh-301 cannon (149 rds)
Stations: ten external hardpoints and two wingtip rails
Air-to-Air Missile: up to 12 R-27/AA-10 Alamo, R-73/AA-11 Archer, or R-77/AA-12
Air-to-Surface Missile: AS-12, AS-13, Kh-29/AS-14 Kedge, Kh-35, Kh-41, Kh-59
Bomb: KAB-500, KAB-1500 laser-guided bombs
Other: rocket pods, ECM pods

KNOWN VARIANTS:
Su-27IB: Original designation of the Su-34
Su-34: Production model based on Su-27 airframe but with widened forward fuselage for side-by-side seating and advanced navigation and attack avionics
Su-32FN: Maritime attack and reconnaissance model built for export

KNOWN OPERATORS: Russian Air Force


Sebelumnya diposting pada 28 Juni 2008 di www.bluefame.com

Sukhoi Su-30 ASCC codename: Flanker Multi-Role Fighter




DESKRIPSI:

Berdasarkan pada pesawat trainer dua-tempat duduk Su-27UB dan pada awalnya dikenal sebagai Su-27PU, Su-30 adalah pesawat tempur presisi jarak-jauh yang similar dengan F-15E Eagles. Walaupun mempertahankan kemampuan interceptor udara-ke-udara dari Su-27, Model awal Su30 dan Su-30K dioptimasi untuk misi enduransi panjang 10 jam atau lebih. Pesawat jenis ini dilengkapi dengan sistem radiolocation yang memungkinkan pelacakan hingga 10 target dalam waktu bersamaan. Fitur ini membuat Su-30 cocok sebagai pemimpin pesawat tempur taktis sebagai target buruan dari pesawat musuh. Varian ini selanjutnya digabungkan dengan model Su-30M multi-peran yang mempunyai kemampuan penyerangan darat presisi dengan membawa misil dan bom kendali canggih.

Sukhoi juga secara aktif menjual model ekspor Su-30MK, yang telah dibeli dengan jumlah besar oleh India (Su-30MKI) dan China (Su-30MKK, Su-30MK2). Pesawat milik India secara umum lebih baik dari pada seluruh varian Su30 lain dan memiliki "canard" dan "vectored thrust nozzles" untuk meningkatkan manuverabilitasnya, radar yang lebih baik, dan teknologi avionic yang lebih canggih dari India dan sumber Barat. Rencana saat ini, Au India membutuhkan 230 pesawat Su-30MKI dan sekitar 140 sampai 180 di antaranya mendapat lisensi untuk dibuat di Hindustan Aeronotics Limited di India.

Indonesia juga menunjukkan ketertarikan untuk membeli pesawat model ini, hanya saja pada saat itu terhambat karena keadaan ekonomi dan politik. Negara lain yang berminat berasal dari Asia dan Timur Tengah seperti Malaysia, Vietnam, Algeria dan Syria. Mungkin, konsumen yang paling kontroversial adalah Venezuela yang memesan pesawat ini untuk mengejek AS karena support AS yang jelek untuk pesawat F-16 milik Venezuela.

Untuk Rusia, Su-30 merupakan pelengkap dan pengganti MiG-31 dan Su-27 dan masih merupakan pesawat tercanggih di jajaran AU Rusia. Beberapa upgrade untuk pesawat ini untuk mempertahankan kemampuan pesawat menghadapi pesawat jenis lain direncanakan akan terus berlanjut hingga 2020.



HISTORY:
First Flight: 1989
Service Entry: 1992

CREW:
two: pilot, weapons systems officer

ESTIMATED COST: $34 million

DIMENSIONS:
Length: 71.92 ft (21.94 m)
Bentang Sayap: 48.17 ft (14.70 m)
Height: 20.83 ft (6.36 m)
Wing Are: 666 ft² (62.0 m²)
Canard Area: not applicable

WEIGHTS:
Empty: 32,020 lb (17,700 kg)
Normal Takeoff: (Su-30M) 52,910 lb (24,000 kg); (Su-30MKI) 56,590 lb (25,670 kg)
Max Takeoff: (Su-30M) 73,855 lb (33,500 kg); (Su-30MKI) 74,955 lb (34,000 kg)
Fuel Capacity: 20,725 lb (9,400 kg)
Daya Angkut Max: 17,640 lb (8,000 kg)

PROPULSION:
Powerplant: two Saturn/ Lyul'ka AL-31F afterburning turbofans
Thrust: 55,114 lb (245.16 kN)

PERFORMANCE:
Max Level Speed: at altitude: 1,320 mph (2,125 km/h) at 32,780 ft (10,000 m), Mach 2.3; at sea level: unknown
cruise speed: 860 mph (1,380 km/h) at 32,780 ft (10,000 m)
Initial Climb Rate: 45,235 ft (13,800 m) / min
Service Ceiling: 57,360 ft (17,500 m)
Range: typical: 1,620 nm (3,000 km); ferry: 3,770 nm (6,990 km)
g-Limits: +9

ARMAMENT:
Gun: one 30-mm GSh-301 cannon (149 rds)
Stations: ten external hardpoints and two wingtip rails
Air-to-Air Missile: R-33/AA-9 Amos, up to six R-27R/AA-10A Alamo, up to six R-27T/AA-10B Alamo, up to two R-27P/AA-10C Alamo, up to six R-73/AA-11 Archer, up to six R-77/AA-12
Air-to-Surface Missile: up to six Kh-29/AS-14 Kedge, up to four Kh-31/AS-17 Krypton, up to two Kh-59/AS-18 Kazoo
Bomb: up to six KAB-500KR laser-guided, up to three KAB-1500KR laser-guided, up to eight FAB-500 GP, up to 28 OFAB-250-270 GP, up to eight RBK-500 cluster
Other: up to four S-8/S-13 rocket pods, APK-9 datalink pod; (Su-30MKI) EL/L-8222 radar jammer pod, LITENING laser targeting pod, High Accuracy Direction Finding (HADF) pod, flight refuelling pod

KNOWN VARIANTS:
Su-27PU: Original designation of the Su-30
Su-30 'Flanker-C': Two-seat long-range, long-endurance interceptor based on the Su-27UB
Su-30K: Improved Su-30 with in-flight refueling capability, strengthened structure, and greater range
Su-30KI: Conflicting descriptions exist, but the most likely appears to be a single-seat Su-30K model for Indonesia with several features of the Su-30MK; cancelled
Su-30KN: Upgrade available for the Su-30 and Su-30K
Su-30M: Upgraded two-seat multi-role variant of the Su-30 with ground attack capability and able to carry a wide range of air-to-ground weapons
Su-30MK: Export version of the Su-30M
Su-30M2: Upgraded version of the Su-30MK equipped with canards and thrust vectoring nozzles
Su-30MKA: Su-30M export model for Algeria
Su-30MKK 'Flanker-G': Su-30M export model for the Chinese Air Force with improved avionics; approximately 150 built in Russia or license built in China with another 170 planned
Su-30MK2: Model similar to the Su-30MKK but optimized for maritime patrol and armed with anti-ship missiles; 24 built for the Chinese Navy and 11 for Indonesia
Su-30MK2V: Export variant of the Su-30M for Vietnam based on the Su-30MK2; 4 built
Su-30MK3: Chinese model similar to the Su-30MK2 but equipped with the Zhuk MSE radar for use with the Kh-59MK anti-ship missile; may have been cancelled
Su-30MKI 'Flanker-H': Su-30M export model for India with improved avionics and enhanced multi-role capabilities, all to be upgraded with canards and thrust vectoring nozzles; 230 to be built in Russia or license built in India
Su-30MKM: Su-30M export model for Malaysia with the same airframe, thrust vectoring, and canards as the Su-30MKI but different avionics; 18 ordered
Su-30MKV: Su-30M export model for Venezuela based on the Su-30MK2

KNOWN COMBAT RECORD: none

KNOWN OPERATORS:
Algeria, Al Quwwat al Jawwawiya al Jaza'eriya (Algerian Air Force)
China, Zhongkuo Shenmin Taifang Tsunputai (People's Liberation Army Air Force)
China (People's Liberation Army Navy)
India, Bharatiya Vayu Sena (Indian Air Force)
Indonesia, Tentara Nasional Indonesia - Angkatan Udara (Indonesian Air Force)
Malaysia, Tentera Udara Diraja Malaysia (Royal Malaysian Air Force)
Russia, Voyenno Vozdushniye Sili (Russian Air Force)
Venezuela, Fuerza Aérea Venezolana (Venezuelan Air Force)
Vietnam, Khong Quan Nhan Dan Viet Nam (Vietnam People's Army Air Force)

Sebelumnya diposting pada 28 Juni 2008 di www.bluefame.com

Selasa, 11 Oktober 2011

J-11 [Su-27 FLANKER]



Diberi kode nama "Flanker" (Pengapit) oleh NATO, J-11 (Su-27) adalah bomber figter multi-peran yang dapat juga digunakan untuk peran penyerangan maritime. Flanker mempunyai radius operasional 1.500km dan mempunyai fasilitas refuelling udara, menambah radius operasional sejauh 500km. Walaupun dikonfigurasikan secara normal untuk operasi konvensional, J-11 dapat memuaskan China dengan pesawat tempur serangan-nuklir berperforma-tinggi.

Akuisisi Su-27 dilakukan setelah China mencoba selama bertaun-taun untuk membangun pesawat J-10 dengan teknologi yang ekuivalen untuk menunjukkan fungsi similar, menunjukkan ketidakpercayaan dalam kemampuan produksi dalam negeri.

Pada 1991 China membeli 24 SU-27 untuk sekitar $1 miliar yang dikirim pada akhir 1992 ke Wuhu Air Base, 250km barat Shanghai. Pada 1995 China melakukan pembelian kedua, 24 Su-27 lagi, dan dikirimkan pada April 1996 ke Suixi Air Base di Cina Selatan. 48 Pesawat tersebut termasuk 36 Su-27SK satu tempat duduk yang dibuat di Komsomolsk-on-Amur dan 12 Su-27UB dua tempat duduk yang dibuat di Irkutsk, dengan harga total $1,7 miliar.

Pada Februari 1996 Moscow dan Beijing mencapai perjanjian senilai $2.2 miliar untuk co-produksi Sukhoi Su-27 di Cina. Dengan perjanjian itu, Cina akan memproduksi sampai 200 pesawat (tanpa hak untuk menjual ke negara lain) dari komponen yang dibuat oleh Rusia selama 3 sampai 5 tahun. Dari biaya perjanjian tersebut, termasuk di dalamnya $650 juta untuk dokumen teknis dan $850 juta untuk suku cadang, instrument dan peralatan disiapkan oleh Komsomolsk-on-Amur Aviation Enterprise imeni Yuriy Gagarin [KnAAPO], yang akan mengirimkan 30% dari semua suku cadang untuk 200 pesawat Su-27SK China. Rusia memberikan hak untuk co-produksi Su-27 ke Shenyang Aircraft Company yang mampu meproduksi sekitar 15-20 pesawat per tahun. Pada periode 1998-2000, Shenyang berencana untuk merakit hanya 15 pesawat Su-27SK dari total 200 yang diijinkan pada kontrak. Dua pesawat pertama yang berhasil dirakit di Shenyang, terbang pada akhir 1998. Secepatnya, Cina mungkin akan membuat sekitar 300 Su-27.


Akan tetapi integrasi Su-27 ke AU Cina mengalami kesulitan, terutama sekali untuk masalah latihan dan biaya perawatan. Rusia mengirim suku cadang dan pemasangan untuk 2 pesawat tempur, yang dirakit pada 1998, membuat China mempunyai total 50 pesawat. Akan tetapi, airframe-nya mengecewakan, dan tidak ada produksi tambahan yang diselesaikan pada akhir 1999. Tetapi pada akhir 2000, pengiriman direncanakan untuk suku cadang dan perakitan 15 pesawat baru.

Pada Maret 1996, PLA Air Force dan elemen PLA yang lain melakukan latihan bersama di selat Taiwan. Selama latihan bersama ini J-11 menembakan bermacam-macam roket udara-ke-darat dan juga menjatuhkan 4 bom "deceleration" yang similar dengan US MK82 Snake-Eye, pertama kalinya jenis bom tersebut diperlihatkan ke umum. Latihan ini jelas-jelas memperlihatkan kelemahan kemampuan pengeboman J-11, menuntut pengembangan radar dan software komputer untuk kemampuan penyerangan udara-ke-darat, yang dikombinasikan dengan peralatan dan fungsi kontrol penembakan dari Su-35 untuk menghasilkan akurasi tinggi pada penembakan/pengeboman.

Pada akhir 1999, Irkutsk aviation industrial association mengirimkan 28 training dan combatant untuk Su-27UB ke cina. Pengiriman ini akan diimplementasikan untuk membayar kerugian negara, dan 8 pesawat dikirimkan pada tahun 2000, 10 pada 2001 dan 10 lagi pada 2002.


Diposting sebelumnya pada 27 mei 2008 di www.bluefame.com

Sukhoi T-50 Di Tampilkan Pertama Kali Ke Publik

type='html'>
SUKHOI T-50
MOSKOW-(IDB) : Pesawat tempur berteknologi stealthpertama buatan Rusia, Sukhoi T-50, akhirnya ditampilkan kepada publik untuk pertama kalinya dalam hajatan MAKS Air Show di lapangan udara Zhukovskiy, di dekat Moskwa, Selasa (16/8/2011).

Pesawat itu diharapkan akan menjadi pesaing utama pesawat tempur stealth AS, F-22 Raptor dan F-35 Lightning II.

Pesawat tempur generasi kelima, yang dikembangkan bersama oleh Rusia dan India itu, terbang perdana Januari lalu di salah satu pangkalan udara Rusia di Timur Jauh. Namun, penampilan hari Selasa adalah penampilan perdana di depan publik, yang menunjukkan para pembuat pesawat itu sudah percaya diri dengan kemampuannya.

Hari Rabu (17/8/2011) besok, dua purwarupa pesawat berwarna perak itu akan memeragakan berbagai manuver aerobatik di hadapan para pengunjung MAKS Air Show, termasuk Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin. Kesempatan ini akan menjadi kesempatan yang ditunggu-tunggu para pecinta dunia dirgantara di seluruh dunia.

Mikhail Pogosyan, Presiden United Aircraft Corporation yang memproduksi pesawat ini, mengatakan, T-50 nantinya tak hanya menjadi tulang punggung kekuatan AU Rusia, tetapi juga AU India. India bahkan dikabarkan memesan lebih banyak pesawat, yakni 200 pesawat, dibandingkan dengan AU Rusia, yang hanya memesan sekitar 150 pesawat.

United Aircraft berambisi menjual sedikitnya 1.000 pesawat T-50 dalam beberapa dekade mendatang, dan menguasai setidaknya sepertiga dari pangsa pasar pesawat tempur berteknologi stealth (siluman, tak terdeteksi radar) di dunia. Untuk bersaing dengan pesawat-pesawat setara buatan AS, T-50 akan dijual dengan harga lebih murah.

Perkiraan sementara menyebut, pesawat canggih itu akan dijual dengan harga tak lebih dari 100 juta dollar AS (Rp 852,5 miliar) per unit. Bandingkan dengan harga F-22 Raptor yang dihargai 140 juta dollar AS.

Para pejabat Rusia mengatakan, versi final Sukhoi T-50 ini baru akan selesai akhir 2016. Meski demikian, Kepala Staf AU Rusia Kolonel Jenderal Alexander Zelin, berharap, pesawat pertama pesanan AU Rusia sudah bisa dikirim dalam tiga tahun mendatang.

Proyek pesawat ini sudah dimulai sejak dekade 1980, dengan tujuan membangun pesawat untuk menggantikan armada MiG-29 dan Su-27 AU Uni Soviet yang sudah mulai menua. Namun, proyek ini kemudian kesulitan dana dan sempat dihentikan. Sampai akhirnya India bersedia digandeng untuk bekerja sama akhir 2010 lalu.

Jika dibandingkan dengan AS, pengembangan pesawat siluman Rusia tertinggal cukup jauh. Saat ini, AS bahkan sudah akan mengoperasikan armada pesawat tempur stealth kedua, yakni F-35 Lightning II, yang juga akan dijual ke beberapa negara sekutu AS di NATO.

Zelin mengatakan, untuk menutup ketimpangan kekuatan angkatan udara sampai T-50 siap dioperasikan penuh, AU Rusia akan mengandalkan versi terbaru pesawat tempur MiG, yakni MiG-35. "Kami belum menghentikan proyek MiG-35D. Tetapi pada akhirnya, kami akan melakukan transisi penuh ke (armada) T-50," tutur Zelin. 

Source : Kompas.com

Su-27 FLANKER (SUKHOI)


Pada pertengan 1970an, F-15 Eagle dan F-16 Fighting Falcon membuat Blok Timur berada pada kesulitan. Peluncuran Su-27 Flanker dan MiG-29 Fulcrum pada pertengahan 1980an, membuat keadaan menjadi berimbang. Didesain sebagai pesawat tempur berperforma tinggi dengan sebuah sistem kontrol fly-by-wire dan kemampuan untuk membawa sampai 10AAM. Su-27 yang mempunyai manuverabilitas hebat merupakan salah satu pesawat yang paling mengesankan yang pernah dibuat. Purwa rupa pertama "Flangker-A" terbang pada 20 Mei 1977 dan diresmikan sebagai "Flanker B" pada 1984. Pengembangan pesawat tempur Su-27 telah selesai pada awal 1980an, dan sesudahnya membuat lebih dari 40 rekor dunia untuk kecepatan altitude dan take-off. Pesawat ini merupakan pelopor dari sebuah jenis/keluarga pesawat termasuk pesawat latih Su-27UB, pesawat tempur Su-33, pesawat multi-misi Su-37 dan pesawat spesialis dua tempat duduk Su-32FN. Su-27UB adalah versi Su-27 dengan 2 tempat duduk yang pertama kali terbang pada Maret 1985.

Su-27 tidak hanya beroperasi di Rusia dan negara-negara CIS, tetapi juga di China dan Vietnam. Cina juga memebeli lisensi untuk produksi pesawat Su-27 sendiri. Pada 1997 Sukhoi menandatangani kontrak dengan Vietnam seharga $180 juta untuk mensuplai 6 Su-27 (2 Su-27SK dan 4 Su-27UB). Sukhoi mengirim 4 di antaranya oada 1996 dan 2 hancur karena kapal pengangkutnya menabrak blok apartemen di Irkutsk. Diperkirakan Vietnam membeli 24 pesawat tempur Sukhoi dengan harga $800 juta di akhir millennium lalu.

Su-27 mempunyai sayap yang dipasang menengah (di bagian tengah badan pesawat) dan berbentuk semidelta dengan ujung kotak. LERX memanjang di bawah dan depan akar sayap. Terdapat dua mesin di dalam badan pesawat. Terdapat "air intakes" (saluran udara) berbentuk kotak dan "diagonally-cut" (terpotong secara diagonal), terpasang di bawah sayap sepanjang samping bodi pesawat. Bodi pesawat berbentuk segiempat dari saluran udara sampai ekor pesawat. Hidung meruncing dan terdapat kanopi gelembung. Sirip ekor tertekuk ke belakang, tajam denganujung kotak dan terpasang di luar mesin. "Flats"-nya dipasang di tengah (mid-mounted), tertekuk ke belakang dan tajam. Mempunyai sistem "airbrakes" yang dipasang di atas bodi pesawat, di belakang kokpit



HISTORY:
First Flight : (T10-1) 20 May 1977, (T10-3) 23 August 1979, (T-10S-1) 20 April 1981, (Su-27UB) 7 March 1985
Service Entry : December 1984

CREW: one: pilot

ESTIMATED COST: $40 to $70 million

DIMENSIONS:
Length: 71.92 ft (21.94 m)
Lebar Sayap : 48.17 ft (14.70 m)
Height : (Su-27S) 19.42 ft (5.92 m); (Su-27UB) 20.83 ft (6.36 m)
Wing Area: 667.8 ft2 (62.04 m2)
Canard Area : not applicable

WEIGHTS:
Empty: (Su-27S) 36,115 lb (16,380 kg); (Su-27UB) 38,580 lb (17,500 kg)
Normal Takeoff : (Su-27S) 51,015 lb (23,140 kg); (Su-27UB) 53,220 lb (24,140 kg)
Max Takeoff: (Su-27S) 62,390 lb (28,300 kg); (Su-27S) 72,750 lb (33,000 kg) [final production lot]; (Su-27UB) 67,130 lb (30,450 kg)
Fuel Capacity : internal: 20,725 lb (9,400 kg), external: none
Max Payload: 8,820 lb (4,000 kg) normal load; 17,640 lb (8,000 kg) maximum allowable load

PROPULSION:
Powerplant: two Saturn/ Lyul'ka AL-31F afterburning turbofans
Thrust : 33,510 lb (149.06 kN); 55,116 lb (245.18 kN) with afterburner

PERFORMANCE:
Max Level Speed
at altitude: (Su-27S) 1,555 mph (2,500 km/h) at 36,090 ft (11,000 m), Mach 2.35; (Su-27UB) 1,335 mph (2,150 km/h) at 36,090 ft (11,000 m), Mach 2.0
at sea level: 870 mph (1,400 km/h), Mach 1.14
Initial Climb Rate: unknown
Tinggi maksimal: (Su-27S) 60,700 ft (19,000 m), (Su-27UB) 57,400 ft (17,500 m)
Jarak jangkau: 1,510 nm (2,800 km)
ferry: (Su-27S) 2,010 nm (3,720 km), (Su-27UB) 1,620 nm (3,000 km)
g-Limits: +9

ARMAMENT:
Gun: one 30-mm GSh-301 cannon (150 rds)
Stations : ten external hardpoints: two tandem under the fuselage centerline, two under the air ducts, four under the wings, two on the wingtips
Air-to-Air Missile: R-60/AA-8 Aphid, up to six R-27R/T AA-10 Alamo-A/B, up to four R-27ER/ET AA-10 Alamo-C/D, R-73/AA-11 Archer, R-33/AA-9 Amos
Air-to-Surface Missile: none
Bomb : free-fall, cluster bombs
Other: rocket pods, ECM pods

KNOWN VARIANTS:
T-10 'Flanker-A':Purwarupa original, tidak kuat pada tarikan kuat, struktur lemah, terlalu berat. Dibuat 4 pesawat.
T-10S: Redesigned prototype
P-42: Purwarupa Su-27S ketiga (T10S-3), dimodifikasi untuk membuat beberapa rekor pendakian (climb) dan altitude.
T10-20R: Pesawat test spesial yang digunakan untuk penerbangan supersonic jarak jauh.
Su-27 'Flanker-A': Pesawat purwarupa model produksi dan pengembangan. Dibuat 15.
Su-27S 'Flanker-B': Model produksi pertama dengan aerodinamis yang telah dipercanggih dan sebuah perluasan radar buritan, model satu-tempat duduk untuk dua peran, pertahanan udara dan misi penyerangan darat.
Su-27SK : Versi ekspor dari Su-27S
Su-27SKM: Varian yang telah diupdate dari 27S untuk ekspor.
Su-27P 'Flanker-B': Identik dengan Su-27S, tetapi didesain sebagai interceptor pertahanan udara dan dilengkapi dengan probe pengisian bahan bakar udara.
Su-27UB 'Flanker-C' : Pesawat latih dua-tempat duduk (yang dapat dipakai saat pertempuran=two-seat combat-capable trainer) dengan sebuah radar yang telah dikembangkan pada hidung pesawat yang lebih panjang.
Su-27PU 'Flanker-C' : Purwarupa Su-30 fighter bomber
Su-27K 'Flanker-D' : Purwarupa Su-33 navalized fighter, juga dikenal sebagai T-10K
Su-27KU or Su-27IB: Purwarupa Su-34 bomber
Su-27M 'Flanker-E': Purwarupa Su-35 fighter
J-11: Varian Su-27SK milik Cina
J-11B : Versi Su-27SK yang telah dikembangkan oleh China dengan upgrade utama termasuk sebuah radar baru dan sistem tracking dan pencarian inframerah, selain itu juga cocok dengan senjata China.

KNOWN COMBAT RECORD: Eritrean-Ethiopian War (Ethiopia, 1998-2000)

KNOWN OPERATORS:
Angola, Força Aérea Popular de Angola (Angolan People's Air Force)
Belarus, Voyenno Vozdushnyye Sily (Belarus Air Force)
China, Zhongkuo Shenmin Taifang Tsunputai (People's Liberation Army Air Force)
Ethiopia, Ye Ityopya Ayer Hayl (Ethiopian Air Force)
Indonesia, Tentara Nasional Indonesia - Angkatan Udara (Indonesian Air Force)
Kazakhstan (Kazakhstan Air Force)
Mexico, Aviación de la Armada de Mexico (Mexican Naval Air Arm)
Russia, Voyenno Vozdushniye Sili (Russian Air Force)
Syria, Al Quwwat al-Jawwiya al Arabiya as-Souriya (Syrian Air Force)
Ukraine, Voyenno Vozdushnyye Sily (Ukraine Military Air Forces)
Union of Soviet Socialist Republics, Voyenno Vozdushniye Sili (Soviet Air Force)
Uzbekistan (Uzbek Air Force)
Vietnam, Khong Quan Nhan Dan Viet Nam (Vietnam People's Army Air Force)


Sebelumnya diposting pada 27 Mei 2008 di www.bluefame.com

Senin, 10 Oktober 2011

Sukhoi Su-9 (K), 1946



Pesawat tempur kursi-tunggal Sukhoi Su-9 (K) memperlihatkan kemiripan konsep dengan Messerschmitt Me 262. Pesawat yang juga dikenal sebagai Samolet (Pesawat) K, masuk ke fase uji terbang pertama pada musim gugur 1946. Seluruh konstruksi pesawat berbahan logam dengan badan pesawat semi-monocoque, berbentuk oval dan sayap dengan spar-tunggal. Persenjataannya terdiri dari sebuah kanon 37 mm dan dua kanon 23 mm. Mesin pesawat ini adalah dua turbojet Junkers Jumo 004B 900kg (yang diproduksi di Uni Soviet dengan nama RD-10).

Pesawat Su-9 memiliki beberapa fitur inovatif sejalan dengan perhatian pemerintah Soviet terhadap teknologi. Fitur-fitur ini termasuk permukaan kontrol berpenguat-hidrolis (hydraulically-boosted control surfaces), kursi lontar berpeledak-cordite (cordite-fired ejection seat), ekor pesawat variatif, roket pendorong take-off dan parasut untuk pengereman. Rak di bawah bagian tengah badan pesawat memungkinkan diangkutnya sebuah bom 500kg atau 2 bom 250kg.

Su-9 dipublikasikan di Tushino pada 3 Agustus 1947, dan dengan berhasilnya uji Negara pada Desember di tahun yang sama, seri produksi pesawat ini direkomendasikan. Akan tetapi karena kemiripannya dengan pesawat tempur Jerman Me 262 yang merupakan sebuah aib, membuat Yosef Stalin menolak Su-9.




Spesifikasi:

Berat:
    Berat Take-off: 6380 kg
    Berat Kosong: 4060 kg
Dimensi:
    Bentang Sayap: 11.21 m
    Panjang: 10.57 m
    Tinggi: 3.72 m
    Area Sayap: 20.24 m2
Performa:
    Kecepatan Maks: 900 km/h
    Jarak Jangkau: 1140 km


Diterjemahkan secara bebas dari: www.aviastar.org

Sukhoi UTB-2, 1946





Sukhoi UTB-2 adalah pesawat latih yang diturunkan dari Tu-2. Secara structural, pesawat ini mirip dengan Tu-2, tetapi karena pengurangan persenjataan, pesawat ini menjadi jauh lebih ringan dan dapat memakai mesin yang kurang bertenaga. Badan pesawat bagian diperluas untuk member ruang bagi pilot latih dan pelatih secara berdampingan.




Spesifikasi:

Awak: 3
Mesin: 2 x ASh-21, 515kW
Bobot:
    Bobot Take-Off: 6546 kg
Dimensi:
    Bentang Sayap: 18.9 m
    Panjang: 14.0 m
    Tinggi: 4.8 m
    Area Sayap: 48.8 m2
Performa:
    Kecepatan Maksimal: 380 km/h
    Kecepatan Jelajah: 340 km/h
    Ketinggian Maksimum: 6000 m
Persenjataan: 1 x 12.7mm machine-guns, bomb


Diterjemahkan secara bebas dari: www.aviastar.org

Kamis, 06 Oktober 2011

Sukhoi Su-7 (I), 1944



Secara kronologis, Su-7 merupakan pendahulu Su-5, yang dibuat berdasar pesawat serabf Su-6(A). Dibuat untuk memenuhi kebutuhan pemerintah di tahun 1943, Su-7 mempertahankan sayap logam single-spar dari ekperimen shturmovik, dan dipasang pada badan pesawat metal semi-monocoque. Rencananya pesawat ini akan bermesin radial dua-baris silinder 2.200 hp Shvetsov M-7118 yang dipasangi dengan turbo-supercharger TK-3, tetapi karena tidak adanya stock mesin ini membuat pesawat diganti mesinnya dengan mesin radial 14 silinder dua-baris Shvetsov M-82FN yang menghasilkan tenaga 1,850hp dan dilenkapi dengan motor roket bi-fuel Korolyov-Glushko RD-1KhZ yang menghasilkan daya dorong 300kg dengan waktu-bakar (operasional) 4 menit.

Uji terbang Su-7 dimulai pada akhir musim panas 1944. Walaupun dengan penggunaan mesin roket pesawat menjadi tidak stabil, tetapi kecepatan maksimum meningkat sebesar 83km/jam pada ketinggian 7,500m dan 195km/h pada 13,000m.

Persenjataannya terdiri dari dua buah kanon 20mm yang terpasang di sayap, dan roket pada purwarupa Su-7 yang dipersiapkan untuk pameran udara Moskow pada 1945 meledak hingga membunuh pilot dan menghancurkan pesawatnya.


Specification

WEIGHTS:
Take-off weight: 4340 kg; 9568 lb

DIMENSIONS:
Wingspan: 13.50 m; 44 ft 3 in
Length: 9.60 m; 32 ft 6 in
Wing area: 26.00 m2; 279.86 sq ft

PERFORMANCE:
Max. speed: 680 km/h; 423 mph
Range: 1240 km; 771 miles



Diterjemahkan secara bebas dari: www.aviastar.org

Kamis, 07 Januari 2010

Sukhoi Su-5 (I-107); 1944

Fungsi: Fighter
Pembuat: Sukhoi
Didesain oleh: Pavel Sukhoi
Terbang pertama kali: 6 April 1945
Status: Dibatalkan
Jumlah dibuat: 1



Sukhoi Su-5 or I-107 adalah purwarupa pesawat tempur bermesin campuran (propeller dan motorjet) yang dibuat pada akhir PD II.

Pengembangan yang dilakukan di TsIAM (Institut Mesin Aero Pusat) oleh K V Kholshchevnikov yang disebut sebagai "accelerator", atau VRDK (Vozdushno-reaktivny dvigatyel kompressorny, atau Kompresor Mesin Reaksi-Udara), sebagai jawaban permintaan pengembangan pesawat tempur kursi tunggal bermesin campuran untuk mengatasi potensi ancaman dari pesawat tempur bermesin jet buatan Jerman. Kedua biro baik MiG maupun Sukhoi diperintahkan untuk membuat pesawat jenis ini, dan yang pertama dikembangkan adalah MiG-13 alias I-250(N) dan kemudian Su-5 alias I-107. VRDK menghasilkan tenaga dorong 300kg hingga 10 menit di altitude tinggi untuk meningkatkan kekuatan yang dimiliki oleh mesin berpendingin-cairan tipe-Vee 12 silinder Klimov M-107A (VK-107A) yang menghasilkan 1,650hp untuk lepas landas.

Su-5 merupakan monoplane kursi tunggal dengan kulit logam dan badan pesawat monocoque. Dia mempunyai sebuah kanon terpasang-di-mesin 23mm dan dua senapan mesin 12.7mm. Pesawat ini terbang pertama kali pada April 1945, dan purwarupanya tidak lama kemudian dipasangin dengan sayap baru bertipe “laminar-flow” yang dikembangkan oleh TsAGI, dan dalam sebuah tes penerbangan, pesawat ini mencapai kecepatan 793km/jam pada ketinggian 4350m, lebih cepat 25km/jam dari perhitungan teoritis. Efek penggunaan VRDK menghasilkan kecepatan 90km/jam pada ketinggian rendah dan meningkat hingga 110km/jam pada ketinggian 7800m, sementara kecepatan maksimal yang diharapkan adalah 810km/jam.

Pada awal Juni 1945, sebelum kecepatan maksimal yang dimaksud tercapai, mesin M-170A mengalami kerusakan hebat dan tidak dapat diperbaiki, sehinga program Su-5 diabaikan dan akhirnya dibatalkan.






Spesifikasi (Su-5)

Karakteristik Umum:
•Awak: 1
•Panjang: 8.51 m (27 ft 11 in)
•Bentang sayap: 10.56 m (34 ft 8 in)
•Tinggi: 3.53 m (11 ft 7 in)
•Luas Area Sayap: 17 m² (183 ft²)
•Berat Kosong: 2,954 kg (6,510 lb)
•Berat dengan muatan: 3,804 kg (8,390 lb)
•Mesin:
o1× VDRK motorjet, 2.9 kN (660 lbf)
o1× Klimov VK-107A liquid-cooled V12 engine, 1,230 kW (1,650 hp)

Performa:
•Kecepatan Maksimal: 810 km/jam (437 kn, 503 mph) diharapkan pada ketinggian 7,800 m (25,590 ft)
•Jarak Operasional: 600 km (325 nmi, 375 mi)
•Tinggi Operasional Maksimum: 12,000 m (39,370 ft)
•Kecepatan naik: 5.7 min to 5,000 m (16,405 ft)

Persenjataan:
•1 × kanon Nudelman-Suranov NS-23 23 mm (0.91 in)
•2 × senapan mesin Berezin UB 12.7 mm (0.50 in)


Sumber: www.aviastar.org; wikipedia.org
Foto: www.aviastar.org

Rabu, 30 Desember 2009

Sukhoi Su-8 (DDBSh); 1943


Fungsi: Pesawat Serang Darat (Ground Attack)
Pembuat: Sukhoi
Didesain oleh: Pavel Sukhoi
Penerbangan Pertama: 1944
Status: Prototype only
Jumlah dibuat: 2




Foto: www.aviastar.org



Sukhoi Su-8 atau DDBSh (Dalam bahasa Rusia: Су-8 ДДБШ - Двухмоторный Двухместный Бронированный Штурмовик – Pesawat serang darat berlapis baja-berkursi dua-bermesin ganda) adalah purwarupa pesawat serang berat milik Soviet dari Great Patriotic War.


Pengembangan

Ketika Sukhoi sedang menyempurnakan pesawat serang ringan Sukhoi Su-6, OKB juga mengembangkan pesawat besar, berat, bersenjata berat dan berlapis baja Su-8. Dua purwarupa selesai pada 1943 dan melakukan uji pabrik pada 1944, tetapi tidak dapat lolos dari uji pemerintah maupun produksi karena ketidakadaan mesin M-71. Sebuah usaha dilakukan dengan mengganti mesin menjadi Mikulin AM-42 tetapi tidak terlihat adanya perkembangan.

Su-8 mempunyai konstruksi tetap. Kokpitnya berlapis baja, dengan bodi pesawat menengah berbahan aluminium dan ekor monocoque (konstruksi dengan frame berbentuk seperti tabung yang dilapisi dengan bahan tertentu) kayu. Sayapnya terbuat dari konstruksi baja dan aluminium dengan lapisan kayu (triplek) pada bagian luarnya. Kemudi kembarnya berbahan logam. Sebagai tambahan untuk kokpit, mesin, tangki bahan bakar dan oli pendingin semua berlapis baja, dengan berat lapis baja total 1.680 kg (3.705 lb), lebih dari dua kali berat lapis baja pada Ilyushin Il-2.



Gambar Skema: www.aviastar.org



Specifikasi (Su-8)

Karakteristik Umum:
•Awak: 2
•Panjang: 13.5 m (ft in)
•Bentang Sayap: 20.5 m (ft in)
•Tinggi: ()
•Luas Sayap: 60 m² (646 ft²)
•Berat Kosong: 9,180 kg (20,240 lb)
•Berat dengan Muatan: 12,425 kg (27,390 lb)
•Berat Lepas Landas Max.: 13,380 kg (29,500 lb)
•Mesin: 2× Mesin Radial Shvetsov M-71F, dengan kekuatan masing-masing 1,640 kW (2,200 hp)

Performa:
•Kecepatan Maksimal: 550 km/h (300 kn, 340 mph) pada 4,600 m (15,090 ft)
•Jarak Operasional: 1,450 km (785 nmi, 900 mi)
•Tinggi Operasional Max.: 9,000 m (29,530 ft)
•Kecepatan Naik: 9 min to 5,000 m (16,405 ft)

Persenjataan
•4 ×Kanon Nudelman N-37 37 mm (1.46 in) atau 4 × Nudelman N-45 45 mm (1.78 in) di bawah badan pesawat.
•8 × Senapan Mesin ShKAS 7.62 mm (0.30 in) (empat di setiap sayap)
•1 × senapan mesin UBT 12.7 mm (0.50 in) di turret atas
•1 × ShKAS 7.62 mm di turret bawah
•Berat amunisi total 232 kg (510 lb)
•Bom hingga 1400 kg (3,085 lb)


Diterjemahkan secara bebas dari: www.wikipedia.org

Sukhoi Su-3 (I-360); 1942



Pada saat evakuasi OKB Sukhoi ke Novosibirsk, purwarupa dari pengembangan Su-1, yaitu SU-3, sedang dalam pembuatan. Pada awalnya diberi kode I-360, Su-3 memakai bodi pesawat dan permukaan ekor dari Su-1 dengan sayap yang baru secara keseluruhan dengan bentang yang lebih pendek sehingga mengurangi luar permukaan sayap sebanyak 2 m2. Kapasitas radiator diperbesar, tetapi bagian utama lainnya sama persis dengan Su-1.

Su-3 mempertahankan mesin M-105P dan persenjataan dari Su-1. Pembuatan Su-3 selesai di Novosibirsk dan mulai melakukan uji terbang pada musim panas 1942. Walaupun TsIAM bertanggung jawap penuh atas pengembangan turbo-supercharger TK-2, kekurangan-kekurangan principal tetap ditemui, dan sebagai konsekuensinya pengembangan dari Su-3 tidak dilanjutkan pada 1942.


Spesifikasi:

BERAT:
Berat Lepas-Landas: 2860 kg; 6305 lb
Berat Kosong: 2490 kg; 5490 lb
DIMENSI
Bentang Sayap: 10.10 m; 33 ft 2 in
Panjang: 8.42 m; 27 ft 7 in
Tinggi: 2.71 m; 8 ft 11 in
Luas Sayap: 17.00 m2; 182.99 sq ft
PERFORMA
Kecepatan Max.: 638 km/h; 396 mph
Jarak Operasional: 700 km; 435 miles


Diterjemahkan dari secara bebas dari: www.aviastar.org
Foro: www.aviastar.org

Sukhoi Su-6; 1942


Role: Ground attack
Manufacturer: Sukhoi
Designed by: Pavel Sukhoi
First flight: 1 March 1941
Status: Prototype only
Primary user: Soviet Air Force
Number built: 3
Variants: Su-7



Sukhoi Su-6 adalah pesawat serang darat (groud attack) milik Soviet yang dikembangkan selama WW. Pesawat altitude-tinggi Su-7 bermesin campuran (mesin roket dan piston) adalah pesawat yang dibuat berdasarkan pesawat purwarupa kursi tunggal Su-6.




Design and development

Pengembangan Su-6 dimulai pada 1939, ketika Biro Desain Sukhoi mulai bekerja untuk pesawat serang-darat berlapis baja kursi-tunggal. Sebuah pesanan untuk membuat dua purwarupa dilakukan pada 4 Maret 1940, dan pada 1 Maret 1941, uji terbang untuk purwarupa pertama dimulai dengan pilot uji A.I Kokin.

Uji terbang menunjukkan bahwa Su-6 superior dari Ilyushin Il-2 dalam hamper semua kategori performa, walaupun mesinnya mempunyai kendala dalam usia pemakaiannya sebelum uji terbang selesai, dan tidak ada lagi mesin Shvetsov M-71 yang tersedia untuk pengujian ini.

Purwarupa kedua baru dapat terbang pertama kali pada January 1942 karena OKB Sukhoi harus dievakuasi setelah dimulainya perang Great Patriotic. Pesawat ini dipersenjatai dengan dua kanon 23 mm, empat senapan mesin dan 10 rel untuk roket udara. Hasil test sangat memuaskkan dan AFRA Scientific Research Institute merekomendasikan untuk melakukan produksi kecil (25 pesawat) untuk pengujian di kondisi garis depan pertempuran. Draft keputusan untuk produksi 25 pesawat sudah dipersiapkan, hanya saja draft ini tidak pernah dikeluarkan secara resmi.

Sementara itu, pengalaman tempur menggunakan pesawat kursi tunggal Il-2 menunjukkan kebutuhan untuk “rear gunner” (awak kedua). Purwarupa kedua selanjutnya didesain dengan penambahan ruang untuk awak kedua yang mengakibatkan pengurangan pada daya angkut (bom) (yang berkurang dari 400 kg menjadi 200 kg), dilengkapi dengan mesin yang lebih bertenaga M-71F. Pengujian resmi menunjukkan bahwa Su-6 berkursi-dua mempunyai kecepatan 100 km/jam, yang lebih cepat dari Il-2 walaupun dengan daya angkut yang lebih kecil. Ketika mesin M-71 yang sering bermasalah dibatalkan, Sukhoi diarahkan untuk menggunakan mesin berpendingin-liquid Mikulin AM-42. Ketika uji terbang dimulai pada 22 Februari 1944, Su-6 yang mesinnya sudah diganti terbukti lebih inferior dari pada Ilyushin Il-10 yang menggunakan mesin yang sama karena pemasangan lapis baja pelindung mesin dan kurangnya tenaga yang dihasilkan AM-42 jika dibandingkan dengan M-71F.

Walaupun Su-6 tidak pernah masuk fase produksi, pada 1943 Pavel Sukhoi mendapatkan penghargaan Stalin Prize untuk pengembangan pesawat.




Specifications (Su-6 prototype 3 with M-71)

General characteristics
•Crew: 2 (pilot and gunner)
•Length: 9.24 m (30 ft 4 in)
•Wingspan: 13.50 m (44 ft 3 in)
•Height: 3.89 m (12 ft 9 in)
•Wing area: 26 m² (280 ft²)
•Empty weight: 4,000 kg (8,820 lb)
•Loaded weight: 5,534 kg (12,200 lb)
•Powerplant: 1× Shvetsov M-71F radial engine, 1,620 kW (2,200 hp)

Performance
•Maximum speed: 514 km/h (280 kn, 320 mph) at 3,800 m (12,465 ft)
•Range: 973 km (525 nmi, 605 mi)
•Service ceiling: 8,100 m (26,575 ft)
•Rate of climb: 10.6 minutes to 5,000 m (16,405 ft)
•Takeoff roll: 410 m (1,345 ft)
•Landing roll: 730 m (2,395 ft)

Armament
•2 × 37 mm Nudelman N-37 cannons in wings, 90 rounds
•2 × 7.62 mm ShKAS machine guns in the wings, 1,400 rounds
•1 × 12.7 mm Berezin UBT machine gun in rear turret, 196 rounds
•Up to 400 kg (882 lb) of bombs

Sukhoi Su-1 (I-330); 1940


Pavel O Sukhoi mendirikan OKB (Biro Desan Eksperimental) sendiri pada Desember 1938, dan pada awal tahun berikutnya dia menyetujui sebuah tugas untuk mendesain pesawat tempur altitude-tinggi satu-kursi canggih. Awalnya desainnya ini diberi nama I-330. Pesawat tempur ini merupakan konstruksi campuran dengan sayap all-metal spar-tunggal dan bodi pesawat semi-monocogue. Pesawat ini menggunaan mesin tipe-Vee berpendingin cairan 12-Silinder Klimov M-105P yang menghasilkan tenaga 1.100 hp untuk lepas landas dan dilengkapi dengan sepasang turbo supercharges exhaust-driven TK-2 yang dikembangkan oleh TsIAM. Radiatornya dipasang dalam badan pesawat di belakang kokpit, dan saluran pembuangannya (exhaust) ke belakang badan pesawat. Persenjataannya terdiri dari sebuah senapan kanon 20mm, dan dua senapan mesin 7.62mm. Ujicoba pabrik dilaksanakan pada akhir 1940, dan pada saat itu namanya dirubah menjadi Su-1. Ujicoba Negara dilakukan pada musim panas setelahnya. turbo-superchargers terbukti tidak stabil dan dalam beberapa kali penerbangan, turbo-superchargers TK-2 tidak dipakai. Walaupun pesawat tempur ini memenuhi spesifikasi performa yang diharapkan ketika turbo-superchargers berfungsi, frekuensi kegagalan fungsi turbo-superchargers ini tidak dapat diterima dan TsIAM gagal untuk meningkatkan reliabilitasnya. Pada Oktober 1941, ketika OKB dievakuasi dari Moscow to Novosibirsk, Su-1 mengalami kerusakan saat proses tersebut. Purwarupa ini tidak dibangun ulang, pengembangan dilanjutkan pada Su-3.



Specifications (Su-1)

General characteristics
•Crew: 1
•Length: 8.42 m (27 ft 8 in)
•Wingspan: 11.50 m (37 ft 9 in)
•Height: 2.71 m (8 ft 11 in)
•Wing area: 19 m² (205 ft²)
•Empty weight: 2495 kg (5,500 lb)
•Loaded weight: 2875 kg (6,340 lb)
•Powerplant: 1× Klimov M-105P liquid-cooled twin-turbocharged V12 engine, 820 kW (1,100 hp)

Performance
•Maximum speed: 640 km/h (345 kn, 400 mph) at 10,000 m (32,810 ft)
•Range: 720 km (390 nmi, 445 mi)
•Service ceiling: 12,500 m (ft)
•Rate of climb: 10.33 min to 10,000 m (32,810 ft)

Armament
•1 × 20 mm (0.79 in) ShVAK cannon
•2 × 7.62 mm (0.30 in) ShKAS machine guns

Sukhoi Su-2; 1937


Desain setelah British Fairey Battle, Sukhoi Su-2 Soviet, dirancang oleh Pavel Sukhoi, sebelumnya oleh biro desain Tupolev, mulai beroperasi dengan V-VS di awal 1941, tetapi sejauh yang diketahui, tidak terlibat dalam Winter War yang berakhir pada tahun sebelumnya. Diturunkan dari ANT-51 Sukhoi dan diberi kode BB-1 selama uji coba awal, pesawat ini cukup efisien terutama setalah mesin M-87 digantikan dengan M-88 dan kemudian M-88B. Konsep taktis berubah cepat selama dua tahun pertama perang, namun, dan penggunaan besar armada pesawat kursi tunggal Jerman untuk mendukung pasukan daratnya telah menjadi ancaman bagi Soviet pada pertengahan 1941. Walaupun teah diupgrade dengan mesin baru radial M-88B 746kW, Su-2 tetap sangat rentan dan terbukti tidak dapat mempertahankan diri dari senapan mesin caliber kecil yang terpasang di bagian belakang pesawat musuh. Estimasi menunjukkan bahwa sekitar 100 pesawat ini beroperasi dengan Frontovaya Aviatsya pada saat tentara Jerman mulai menyerang Uni Soviet pada Juni 1941, tetapi belasan di antaranya tertembak jatuh oleh Flak (meriam penangkis udara) dan pesawat musuh pada beberapa minggu pertama, lebih-lebih lagi, dengan rendahnya standar pelatihan di angkatan udara Soviet, Su-2 terbukti hampir tak berguna sebagai senjata melawan target bergerak di medan perang.

Pada saat itu, Soviet kekurangan pesawat pendukung pasukan darat dan upaya dilakukan untuk lebih meningkatkan kemampuan Su-2 dengan pemasangan ,esin radial M-82 1134kW, serta penghilangan turret sirip belakang, tetapi hanya memberikan sedikit keuntungan taktis. Karena terus menerus kalah, Soviet memasang bom dan roket pada pesawat ini dengan tujuan untuk penyerangan ke pasukan darat, dan ini memberikan keuntungan lebih. Pesawat ini, sepenuhnya didesain ulang menjadi Su-6, yang ditinggalkan untuk pengembangan menyeluruh pesawat Il-2m3. Su-2 diproduksi hingga pertengahan 1942.





Specification:

CREW: 2
ENGINE: 1 x M-88B 735kW
WEIGHTS:
Take-off weight: 4400 kg; 9700 lb
Empty weight: 3000 kg; 6614 lb
DIMENSIONS:
Wingspan: 14.3 m; 46 ft 11 in
Length: 10.3 m; 33 ft 10 in
Wing area: 29.0 m2; 312.15 sq ft
PERFORMANCE:
Max. speed: 460 km/h; 286 mph
Ceiling: 3800 m; 12450 ft
Range w/max.fuel: 1200 km; 746 miles
ARMAMENT: 5 x 7.62mm machine-guns, 600kg of bombs

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes